Kadin: Harmonisasi Pekerja Dapat Tarik Investor - Sikapi Situasi Kondusif di PT GNI

NERACA

Morowali Utara –Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Sigi Donggala, Hari Ramdhani mendukung penuh harmonisasi yang terus diupayakan PT GNI di Morowali Utara, termasuk acara perlombaan memeriahkan Imlek 2023.

Dirinya menilai kegiatan lomba yang melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara tidak langsung dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah. Pasalnya, kegiatan harmonisasi antar pekerja tersebut bisa menarik para investor yang hendak berinvestasi di Indonesia.

Heri menambahkan bahwa dirinya juga mengucapkan bela sungkawa kepada korban kerusuhan di PT GNI beberapa waktu silam. Menurutnya hal tersebut patut disesali karena saat ini Indonesia membutuhkan investasi besar.

“Penanaman modal asing ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan pengusaha yang baru tumbuh,” ujar Hari.

Tak lupa dirinya berpesan kepada seluruh Pekerja baik TKA maupun TKI untuk saling menjaga kerukunan satu sama lain agar tidak terjadi gesekan yang justru dapat merugikan banyak pihak.

“Harusnya kita bisa saling merangkul, saling mengingatkan. Ayo kita tingkatkan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi tengah,” ucap Heri.

Senada, Tokoh Masyarakat Morowali Utara, Jabar Lahadji menjelaskan bahwa investasi saat ini dibutuhkan Indonesia dan masyarakat di wilayahnya.

Investasi, lanjut tokoh Masyarakat Morut itu, dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat disekitar. Dirinya pun menyayangkan terjadinya insiden kerusuhan di PT GNI beberapa waktu lalu.

"Tentunya kita bersyukur adanya investasi masuk, karena itu akan membawa multi effect economy daerah," kata Lahadji.

Mantan anggota DPRD Morut itu juga mengingatkan agar manajemen PT GNI terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Dirinya pun berharap agar manajemen dapat terus membuka diri, termasuk kepada tokoh masyarakat hingga media.

Di tempat terpisah, Lurah Bahoue, Morowali Utara, Muh Syarih mendukung keberadaan PT GNI di wilayahnya. Menurutnya, PT GNI telah membuka lapangan kerja bagi warga Bahoue.

“Saya lihat keadaan sekarang, pemuda-pemuda yang tadinya sulit mendapatkan pekerjaan, dengan adanya perusahaan ini dapat sangat membantu dan mengurangi pengangguran, ” ucap Syarih.

Kedepan Syarih berharap agar aktivitas PT GNI dapat berjalan normal. Dirinya pun mengimbau kepada warga untuk menjaga keamanan dan menghindari demo anarkis agar kerusuhan tidak terulang kembali.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan "pemerintah memastikan bahwa Indonesia aman untuk investasi, sehingga perlu kerja sama dari semua pihak untuk bersinergi mewujudkan iklim usaha yang kondusif dengan menaati aturan-aturan yang berlaku."

Tidak hanya itu, Agus juga menghimbau kepada para karyawan untuk bisa menjaga kondusifitas dan melakukan dialog yang konstruktif antara karyawan dengan PT GNI agar tercapai kesepakatan.

"Kami juga meminta agar para karyawan dapat menjaga situasi kondusif serta mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) khususnya yang berkaitan dengan K3L, agar persoalan dapat segera diselesaikan sehingga hak-haknya terpenuhi dan kembali beraktivitas," jelas Agus.

Seperti diketahui, PT GNI merupakan perusahaan milik pengusaha asal China, Tony Zhou Yuan, yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Telah berdiri sejak tahun 2019, PT GNI hadir sebagai perusahaan pengolah nikel yang bersinergi dalam program hilirisasi mineral dan batu bara (minerba). Perusahaan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Desember 2021 dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton Feronikel dengan kadar 10-12 persen per tahun, serta hasil input bijih nikel sebesar 21,6 juta ton per tahun.

“Smelter nikel berperan penting bagi hilirisasi industri dan penguatan struktur industri di tanah air. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga sedang menyusun tata kelola industri berbasis mineral (smelter) yang mengatur antara lain insentif-insentif, kewajiban dan hak," ungkap Agus.

 Selain itu, Anggota komisi VII DPR RI Yulian Gunhar berharap kedua belah pihak untuk menahan diri, agar bentrokan yang merugikan masing-masing pihak tidak terulang lagi.

"Kami bersyukur situasi di lokasi bentrokan mulai terkendali. Diharapkan kedua belah pihak menahan diri. Untuk itulah, diharapkan pihak aparat keamanan terus disiagakan di lokasi bentrokan,” tegas Yulian.

 Untuk itu, Gunhar menghimbau agar seluruh aktivitas perusahaan smelter nikel untuk mengehentikan sementara aktivitasnya. Hal ini dilakukan demi menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi semua pihak.

 

BERITA TERKAIT

Induk Udang Vaname Unggul Nusa Dewa Tingkatkan Produksi - Produksi Meningkat, Ekonomi Terangkat

NERACA   Karangasem – Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan program induk udang vaname unggul Nusa Dewa dengan harapan dapat meningkatkan…

PERMEN ESDM Nomor 16 Tahun 2022 Siap Turunkan GRK

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki komitmen yang kuat untuk menurunkan Emisi Gas…

Program Pendampingan dan Konsultasi Kerek Daya Saing Industri

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memberikan pendampingan dan konsultansi kepada para pelaku industri terkait standardisasi, optimalisasi pemanfaatan teknologi, penerapan…

BERITA LAINNYA DI Industri

Induk Udang Vaname Unggul Nusa Dewa Tingkatkan Produksi - Produksi Meningkat, Ekonomi Terangkat

NERACA   Karangasem – Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan program induk udang vaname unggul Nusa Dewa dengan harapan dapat meningkatkan…

PERMEN ESDM Nomor 16 Tahun 2022 Siap Turunkan GRK

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki komitmen yang kuat untuk menurunkan Emisi Gas…

Program Pendampingan dan Konsultasi Kerek Daya Saing Industri

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memberikan pendampingan dan konsultansi kepada para pelaku industri terkait standardisasi, optimalisasi pemanfaatan teknologi, penerapan…