BCA Bagikan Dividen Interim Rp 4,31 Triliun

NERACA

Jakarta -Melesatnya pertumbuhan bisnis PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membawa dampak pertumbuhan dividen interim tunai yang bakal dibagikan perseroan. Disebutkan, perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp 35 per saham untuk tahun buku 2022, sehingga total dividen interim tunai yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp 4,31 triliun atau meningkat 40% dibandingkan dividen interim tahun buku 2021.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan segenap pemegang saham, sehingga perseroan mampu melanjutkan tren pertumbuhan kinerja yang positif hingga kuartal III tahun 2022. “Meskipun terdapat tantangan berupa ketidakpastian kondisi ekonomi global, kami melihat bahwa perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut,” ungkapnya.

Asal tahu saja, keputusan pembagian dividen yang tumbuh ditopang oleh tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan hingga kuartal III tahun 2022 serta selaras dengan kondisi permodalan perseroan yang memadai.“Kami bersyukur bahwa BCA dapat terus berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian nasional, tercermin dari pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, dan aktivitas transaksi perbankan digital. Likuiditas dan permodalan perseroan juga terjaga pada level yang memadai. Pembagian dividen interim tunai ini merupakan komitmen perseroan untuk senantiasa menjalankan bisnis dengan sebaik-baiknya, dalam rangka memberikan nilai tambah yang berkesinambungan kepada pemegang saham,”kata Jahja Setiaatmadja.

Di kuartal tiga 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp29 triliun. Angka ini meningkat 24,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Seiring dengan peningkatan laba bersih, perseroan juga membukukan peningkatan kredit sebesar 12,6% yoy menjadi Rp682 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11%  ke posisi Rp1.025,52 triliun pada kuartal III/2022.

Terkhusus, kredit korporasi yang meningkat 13,4 persen jadi Rp306,1 triliun, kredit komersial dan UKM naik 12,6% jadi Rp203,5 triliun, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 10,4% menjadi Rp105,0 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 9,2% menjadi Rp43,8 triliun.
Lalu rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap di angka 2,2%. Sementara, rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level masing-masing sebesar 247,9% dan 49,9%. Lebih lanjut Jahja mengatakan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BCA naik 15,1% mencapai Rp830,4 triliun per September 2022. Jumlah itu berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga.

BERITA TERKAIT

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…