Ide Permainan Anak Tanpa Gawai dan Cara Mengatasi Kecanduan

 

Di era serba teknologi, terkadang sulit untuk memberi gawai ke anak. Namun, jika anak ketergantungan terhadap gawai makan akan menjadi perhatian bagi orangtua. Penggunaan gawai yang berlebihan, dapat menimbulkan dampak buruk pada perkembangan motorik dan mental anak-anak.

Dilansir dari laman Play Ground Equipments, menurut penelitian yang dilakukan Common Sense Media melaporkan bahwa, pengguna gawai usia anak mengalami peningkatan luar biasa sebesar 40 persen pada tahun 2011-2013. Kecanduan gawai pada anak disebabkan karena mereka bertumbuh dan berkembang di era yang serba digital, serta kurangnya pengawasan orang tua pada akses anak-anak terhadap gawai.

Meski gawai memiliki manfaat yang baik bagi anak-anak sebagai sumber informasi, namun, jika tidak digunakan secara bijak, gawai justru akan menimbulkan berbagai masalah serius pada perkembangan anak. Psikolog Prof. Dr. H. Seto Mulyani, S.Psi., M.Si mengatakan, kecanduan gawai pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan mental jika tak segera diatasi.

Dampak Buruk Gawai bagi Anak Kecanduan gawai pada anak tidak boleh dianggap hal biasa. Pasalnya, penggunaan gawai yang berlebihan, akan berdampak buruk pada kesehatan anak dalam jangka panjang. Rata-rata waktu yang dihabiskan anak untuk menatap gawai saat ini jauh lebih banyak ketimbang waktu mereka bermain di taman. Akibatnya, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan keadaan fisik anak. Hal ini dapat menyebabkan anak mengalami beberapa risiko kesehatan seperti obesitas, insomnia, gangguan penglihatan, sakit leher dan carpal tunnel syndrome.

Selain itu, kecanduan gawai dapat berakibat pada kemunduran komunikasi interpersonal anak, seperti kurangnya interaksi anak dengan lingkungan akibat aspek kemampuan berbicara anak yang terhambat. Terganggunya perkembangan sosial dan emosional anak dapat menyebabkan anak tidak dapat mengontrol diri. Kecanduan gawai juga dapat berdampak lebih fatal jika terus dibiarkan karena bisa mengganggu kesehatan mental anak-anak.

Ide Permainan Anak tanpa Menggunakan Gawai

Dari penjelasan di atas, tentunya orang tua perlu awas pada anak kecanduan gawai. Melansir Antara, Psikolog klinis anak dan remaja, Adisti Fathimah Soegoto M.Psi., merekomendasikan beberapa ide yang dapat dimainkan orang tua bersama anak tanpa harus menggunakan gawai, di antaranya

1. Permainan memecahkan gelembung

Ide yang pertama adalah permainan memecahkan gelembung. Saat melakukan permainan ini, orang tua dapat meniup gelembung busa (bubble) dan meminta anak untuk memecahkannya dengan anggota tubuh tertentu. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengajarkan anak bagaimana mengikuti peraturan.

2. Permainan masak-masakan

Ide yang kedua yakni bermain masak-masakan, orang tua dapat mengajak anak melakukan kegiatan memasak dalam lingkungan yang aman.

3. Bermain Peran

Ide yang terakhir yaitu dengan bermain peran. Adisti menyampaikan bahwa anak-anak usia empat hingga lima tahun sangat direkomendasikan bermain permainan ini, sehingga menambah imajinasi anak saat bermain. Menurut dia, para orang tua yang menyediakan waktu bermain bersama anak dapat memberikan dampak baik bagi pertumbuhan anak.

Tips mengatasi anak yang kecanduan gawai

Menukil laman Hermina Hospital, ada beberapa cara mengatasi anak yang kecanduan gawai atau gawai.

1. Buat peraturan

Orang Tua dapat memberikan batasan kepada anak mengenai berapa lama anak boleh memegang gawai dalam sehari.

2. Beri mainan motorik

Puzzle dan rubrik dapat menjadi alternatif mainan yang merangsang perkembangan motorik anak

3. Dekatkan anak pada alam

Kegiatan di luar ruangan seperti berjalan-jalan menyusuri kebun, sawah, sungai, dan berkebun dapat mendukung tumbuh kembang

4. Alihkan perhatian dari gawai

Berikan alternatif lain yang dapat mengalihkan perhatian anak, seperti dengan mengajaknya bermain.

BERITA TERKAIT

FIB UI Ajak Generasi Milenial Lebih Mencintai Naskah Nusantara

  NERACA   Depok - Pada 2030, Indonesia bakal memasuki puncak bonus demografi. Jumlah penduduk berusia produktif akan lebih banyak…

Anak Disabilitas Membutuhkan Perhatian Emosional

  Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dr. Marlisye Marpaung, Sp.A(K), mengemukakan beberapa tindakan dan perhatian dapat dilakukan masyarakat di…

Perilaku Pengasuhan dalam 1.000 HPK Belum Sesuai Harapan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membeberkan bahwa pelaku keluarga saat menjalankan pengasuhan yang baik utamanya dalam 1.000 Hari…

BERITA LAINNYA DI

FIB UI Ajak Generasi Milenial Lebih Mencintai Naskah Nusantara

  NERACA   Depok - Pada 2030, Indonesia bakal memasuki puncak bonus demografi. Jumlah penduduk berusia produktif akan lebih banyak…

Anak Disabilitas Membutuhkan Perhatian Emosional

  Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dr. Marlisye Marpaung, Sp.A(K), mengemukakan beberapa tindakan dan perhatian dapat dilakukan masyarakat di…

Ide Permainan Anak Tanpa Gawai dan Cara Mengatasi Kecanduan

  Di era serba teknologi, terkadang sulit untuk memberi gawai ke anak. Namun, jika anak ketergantungan terhadap gawai makan akan…