Bekerjasama Membuka Peluang Pendanaan Startup Energi

NERACA

Jakarta - Sebagai upaya percepatan transisi energi di Indonesia, Pertamina NRE, dan PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) menandatangani head of agreement (HoA) tentang inisiasi kerja sama investasi dalam bentuk energy fund, dalam acara BUMN Startup Day.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan bahwa tantangan Indonesia adalah memastikan ke depan potensi pasar di Indonesia mencapai Rp 4.500 triliun diisi oleh bangsa Indonesia. Potensi perusahaan rintisan di Indonesia terus tumbuh.

Di sisi lain, BUMN adalah sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia yang seyogyanya merajut potensi-potensi yang ada dan sedang berkembang. BUMN Startup Day bertujuan untuk menggabungkan ekosistem yang dibangun perusahaan rintisan dan ekosistem BUMN.

“Saya sangat berharap ekosistem ini bisa bertemu dan harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja kita. Kita tidak pernah mendorong bahwa kita anti asing, tetapi sudah seyogyanya kita bersama-sama membangun yang namanya ekosistem Indonesia, ekosistem yang dirajut dari private sector, small medium enterprise, dan juga BUMN,” ungkap Erick.

Kolaborasi Pertamina NRE dengan MDI Ventures dalam inisiatif New Energy Fund ini bertujuan untuk mendorong percepatan transisi energi melalui investasi pada perusahaan rintisan di bidang teknologi dan inovasi baru sektor energi baru dan terbarukan. Sejalan dengan pilar bisnis Pertamina NRE, target investasi New Energy Fund adalah sektor low carbon solutions, energi baru dan terbarukan, serta bisnis masa depan sektor energi.

MDI Ventures adalah unit venture capital milik Telkom, dengan nilai pengelolaan fund mencapai lebih dari US$830 juta. MDI Ventures menjadi perusahaan investasi teknologi terbesar di Indonesia dan memiliki salah satu pendanaan dengan kinerja terbaik di Asia.

“Transisi energi  membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi Pertamina NRE dengan MDI Ventures yang didukung oleh Kementerian BUMN membuka peluang pendanaan bagi perusahaan rintisan yang memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan energi bersih. Pertamina percaya kolaborasi ini akan mendorong percepatan transisi energi,” ungkap Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina NRE, Said Reza Pahlevy.

Sementara itu, CEO MDI Ventures, Donald Wihardja mengatakan nilai strategis Energy Fund memiliki potensi untuk menangkap peluang pada inovasi sektor energi baru terbarukan. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang baru mengingat MDI Ventures sebagai pengelola multi-fund juga dapat berinvestasi bersama dengan Energy Fund untuk menghasilkan pertumbuhan dan sinergi Pertamina. Ke depannya, investasi yang dilakukan di sektor ini akan memiliki dampak lebih besar dengan kolaborasi antara MDI Ventures bersama Pertamina NRE.

“Kami melihat bahwa kemampuan Pertamina yang merupakan perusahaan pengelola end-to-end value chain sektor energi,” kata Wihardja 

Sebagai bagian dari perusahaan energi nasional terbesar di Indonesia, Pertamina NRE menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengawal transisi energi serta dekarbonisasi di Indonesia. Melalui implementasi penanganan perubahan iklim yang merupakan salah satu dari tujuan pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, terkait dengan transisi energi Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin menjelaskan, transisi energi tidak harus meniadakan batubara. Dengan inovasi teknologi, emisi dari batubara bisa ditekan sehingga target Net Zero Emission pada 2060 tetap bisa dicapai.

"Mari kita berpikir dengan cara yang lain. Kata kuncinya transisi energi berkelanjutan. Net Zero Emission pada 2060 itu yang menjadi skenario besar yang harus kita rumuskan dengan langkah tidak biasa-biasa saja. Kuncinya adalah inovasi," kata Ridwan.

Selain itu, Ridwan menekankan pentingnya aspek keterjangkauan dan penguasaan teknologi. Ia juga meminta hasil dari Talkshow ini benar-benar dijalankan agar industri batubara dapat mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

"Saya mengharapkan diskusi hari ini menghasilkan sesuatu yang konkrit tidak hanya wacana kemudian harus kita tindak lanjuti. Saya menyarankan buatlah NZE versi industri batubara, jadi tidak semata-mata kurangi penggunaan batubara pakai yang lain, adakah cara lain menuju NZE dengan pendekatan yang lebih inovatif," jelas Ridwan.

Sehingga dalam hal ini berbagai upaya dan cara untuk memaksimalkan pemanfaat sumber daya alam (SDA) melalui inovai teknologi.

 

BERITA TERKAIT

Budidaya Lele Sistem Bioflok Diharapkan Bangkitkan Kewirausahawan

NERACA Surabaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ambil bagian mendukung pengembangan keahlian para mahasiswa yang tinggal di Asrama Mahasiswa…

Tahun 2025, UMKM Perempuan Diproyeksi Kelola Usaha Sebesar USD 135 Miliar

Jakarta - Optimis kaum perempuan tak hanya menjadi soko guru keluarga, tetapi juga perekonomian nasional. Pada 2025, disektorusaha mikro kecil…

25 Ton Tuna Loin dari Ternate Diekspor ke Thailand

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengekspor 25 ton tuna loin dari Ternate, Maluku Utara ke Thailand. Penguatan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Budidaya Lele Sistem Bioflok Diharapkan Bangkitkan Kewirausahawan

NERACA Surabaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ambil bagian mendukung pengembangan keahlian para mahasiswa yang tinggal di Asrama Mahasiswa…

Tahun 2025, UMKM Perempuan Diproyeksi Kelola Usaha Sebesar USD 135 Miliar

Jakarta - Optimis kaum perempuan tak hanya menjadi soko guru keluarga, tetapi juga perekonomian nasional. Pada 2025, disektorusaha mikro kecil…

25 Ton Tuna Loin dari Ternate Diekspor ke Thailand

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengekspor 25 ton tuna loin dari Ternate, Maluku Utara ke Thailand. Penguatan…