Penjualan Pan Brothers Terkoreksi 1,59%

NERACA

Jakarta- Semester pertama 2022, emiten tekstil dan garmen PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) membukukan penjualan US$296 juta atau setara Rp4,5 triliun (kurs Jisdor Rp15.232 per dolar AS). Penjualan ini turun 1,59% dari US$300 juta pada semester I/2021. Secara geografis, penjualan perseroan didominasi oleh ekspor sebanyak US$275,7 juta. Sementara itu, penjualan lokal PBRX mencapai US$20,6 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian penjualan ekspor perseroan sebagian besar berada di wilayah Asia, dengan total senilai US$133,9 juta, disusul kemudian ke Amerika US$83,7 juta, dan Eropa US$54,7 juta. Sementara itu, pelanggan terbesar perseroan pada semester I/2022 adalah Adidas Sourcing Ltd dengan penjualan mencapai US$62,9 juta dan Uniqlo dengan penjualan sebesar US$26,5 juta.

Secara segmen, penjualan garmen perseroan mendominasi yakni mencapai US$285,8 juta. Adapun penjualan tekstil perseroan yakni sebesar US$10,19 juta sepanjang semester I/2022. Saat penjualan turun, beban pokok penjualan PBRX meningkat 0,21% menjadi US$262,2 juta, dari US$261,6 juta. Hal tersebut membuat laba bruto perseroan turun 13,5 persen dari US$39,1 juta, menjadi US$33,7 juta pada pertama 2022.

Begitu pula laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan turun menjadi US$3,38 juta, dari US$11,6 juta secara yoy. Laba bersih tersebut turun signifikan 70,91% secara tahunan. Adapun hingga akhir Juni 2022, PBRX mencatatkan total aset sebesar US$704,4 juta, meningkat dari US$696 juta di akhir 2021. Total liabilitas PBRX naik menjadi US$409,2 juta di akhir semester I/2022, dari US$405,4 juta di akhir 2021. Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi US$295,2 juta di 30 Juni 2022, dari US$291,2 juta di 31 Desember 2021.

Tahun ini, perseroan optimistis penjualan tumbuh 10% dibandingkan dengan realiasasi penjualan di 2021. Kenaikan penjualan ini juga akan diikuti dengan upaya otomatisasi dan digitalisasi di pabrik PBRX. Direktur Pan Brothers, Fitri Ratnasari Hartono pernah mengatakan, saat ini kapasitas pabrik Pan Brother mencapai 117 juta pieces per tahun dan tidak ada perubahan di tahun 2022.  “Meski kapasitas masih sama, kami terus menerus melaksanakan otomatisasi dan digitalisasi sehingga output-nya bisa naik. Jadi kami laksanakan perubahan beberapa mesin yang bisa otomatis. Tapi sejauh ini kami tidak ada rencana fisik membangun pabrik baru atau lokasi baru,”ujarnya.

BERITA TERKAIT

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…