Kino Indonesia Kantongi Pinjaman Rp 200 Miliar

NERACA

Jakarta- Pacu pertumbuhan bisnis, PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) menambah pinjaman dari anak usahanya, PT Dutalestari Sentratama (DLS) untuk pelaksanaan kegiatan operasional. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia, Budi Muljono, tambahan pinjaman sampai dengan Rp200 miliar, dari sebelumnya sampai dengan Rp100 miliar. “Transaksi ini dilakukan guna memaksimalkan pemanfaatan dana yang tersedia untuk menunjang proses bisnis perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional,” jelasnya.

Transaksi yang dilakukan pada 26 September 2022 tersebut merupakan transaksi afiliasi. DLS merupakan perusahaan yang dikendalikan KINO dengan kepemilikan saham mencapai 99,97% dari modal disetor DLS.“Perseroan berpendapat bahwa transaksi yang dilakukan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020,” imbuh Budi.

Pada semester I/2022 KINO tercatat membukukan peningkatan penjualan sebesar 3,6% menjadi Rp2 triliun, dari semester pertama tahun lalu senilai Rp1,93 triliun. Laba bersih KINO pun terkerek menjadi Rp44,84 miliar, atau naik sebesar 18,9% dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya Rp37,70 miliar. Sebelumnya disampaikan pula, perseroan sedang melakukan kajian terkait kenaikan harga produk di tengah naiknya harga BBM.

Perseroan juga memproyeksikan penjualan tumbuh 20% di tahun 2022. Emiten consumer goods tersebut optimistis tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena aktivitas masyarakat yang semakin meningkat. Selain itu, perseroan juga mengalokasikan dana capital expenditure (Capex) 2022 sebesar Rp 350 miliar- 400 miliar yang sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi. Sayangnya, perseroan tidak menjelaskan secara detail bagaimana informasi terkait penambahan kapasitas produksi KINO dan hanya menyebutkan, penambahan kapasitas produksi dilakukan karena melihat masih banyak potensi yang dapat digarap.

KINO merupakan produsen dari berbagai jenis produk kebutuhan sehari-hari, misalnya Larutan Cap Kaki Tiga, Ovale, hingga Sleek Baby. Penjualan KINO di tahun 2021 masih ditopang oleh segmen produk minuman. Perseroan menegaskan, tahun ini belum ada produk terbaru yang akan diluncurkan. Alasannya, produk baru perlu memperhatikan banyak hal dari potensi market, kesiapan konsumen, dan banyak hal lain. Oleh karena itu KINO akan melihat perkembangan situasi pasar terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…