Sektor Perhotelan Bergeliat - Pendapatan Surya Semesta Tumbuh 146%

NERACA

Jakarta – Semester pertama 2022, emiten properti PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) membukukan pendapatan Rp178,7 miliar dari segmen perhotelan atau tumbuh 146% dari priode yang sama tahun lalu Rp 72,6 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata VP Head of Investor Relation Surya Semesta, Erlin Budiman, pertumbuhan pendapatan seiring dengan adanya relaksasi kebijakan karantina dari pemerintah.“Sejalan dengan penghapusan kebijakan karantina bagi wisatawan luar negeri, hotel-hotel di Jakarta telah mengisyaratkan prospek positif, meskipun belum optimal. AOR (tingkat hunian rata-rata) dan ADR (rata-rata harian), telah mencapai tingkat di atas periode pandemi,” ujarnya.

Secara rinci, tingkat hunian The Grand Melia Jakarta (GMJ) pada paruh pertama tahun ini mencapai 41,8%. Sedangkan pada periode yang sama pada tahun lalu tercatat hanya mencapai 15,7%. Tarif kamar rata-rata (ARR) pada semester pertama tahun ini sekitar Rp948 ribu berbanding Rp857 ribu pada semester I/2021. Erlin menyebut langkah pemerintah yang memperbolehkan adanya kunjungan dari wisatawan luar negeri telah berdampak positif bagi sektor pariwisata di Bali.

Hal ini memungkinkan sektor pariwisata untuk bangkit meski jumlah penerbangan belum meningkat signifikan. “Didukung dengan beberapa event internasional dan nasional, industri pariwisata kemungkinan akan mendapatkan daya tarik ke depan. Kami berharap dapat melihat peningkatan kinerja hotel secara bertahap pada paruh kedua tahun ini,” jelas Erlin.

Kemudian untuk Melia Bali Hotel (MBH), SSIA mencatat tingkat hunian mencapai 35,7% pada paruh pertama tahun ini. Angka ini meningkat 7,2% dari periode yang sama pada tahun lalu. ARR dari MBH berada pada kisaran Rp1,1 juta pada semester I/2022. Sementara untuk semester I/2021 ARR berada pada kisaran Rp709.000.

Erlin mengatakan, SSIA akan membuka resor bermerek LXR pertama di Asia Tenggara pada akhir tahun ini usai menandatangani perjanjian dengan perusahaan perhotelan global terkemuka, Hilton (LXR Hotels & Resorts) pada Februari 2022. Melalui perjanjian ini Jumana Bali (JBUR) akan bergabung dengan koleksi properti seluruh dunia seperti Roku Kyoto yang ada di Jepang. Kerjasama ini juga disebut akan meningkatkan nilai brand daripada SSIA sebagai salah satu destinasi paling dicari di Bali.

Adapun tingkat hunian Jumana Bali pada paruh pertama tahun ini mencapai 11,1%. Sementara pada periode yang sama pada tahun lalu tingkat hunian mencapai 6,4%. Kemudian ARR Jumana Bali untuk semester I/2022 tercatat mencapai Rp5,51 juta dibandingkan Rp4,54 juta pada semester I/2021. SSIA juga tengah mengelola BATIQA Hotel yang saat ini tersedia di delapan lokasi yakni Karawang, Cirebon, Jababeka, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Surabaya, dan Jayapura. Adapun tingkat hunian BATIQA Hotels pada paruh pertama tahun ini mencapai 56,1% dengan ARR yang berada di angka Rp339.000. Sementara untuk semester I/2021, tingkat hunian BATIQA Hotels mencapai 44,4% dengan ARR sebesar Rp297.000.




 

BERITA TERKAIT

Mewujudkan Kota Cerdas - Pemda Dituntut Inovatif, kolaboratif dan Adaptif

Percepat pembangunan smart city di beberapa kota, pemerintah terus perluas gerakan menuju kota cerdas (Smart City) periode 2022 yang kini…

Rugi Selisih Kurs Membengak - Perolehan Laba Bersih Indofood Menyusut

NERACA Jakarta- Pencapaian kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terkoreksi…

Laba Bersih Medco Energi Naik Tajam 614%

NERACA Jakarta – Sampai dengan September 2022, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mencetak kenaikan pendapatan hingga US$1,80 miliar atau…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Mewujudkan Kota Cerdas - Pemda Dituntut Inovatif, kolaboratif dan Adaptif

Percepat pembangunan smart city di beberapa kota, pemerintah terus perluas gerakan menuju kota cerdas (Smart City) periode 2022 yang kini…

Rugi Selisih Kurs Membengak - Perolehan Laba Bersih Indofood Menyusut

NERACA Jakarta- Pencapaian kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terkoreksi…

Laba Bersih Medco Energi Naik Tajam 614%

NERACA Jakarta – Sampai dengan September 2022, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mencetak kenaikan pendapatan hingga US$1,80 miliar atau…