Pegadaian Wilayah VIII Jakarta 1 Raih Pertumbuhan Tertinggi Se Nasional

NERACA

Jakarta - PT Pegadaian Wilayah VIII Jakarta 1 berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian Alim Sutiono menyampaikan bahwa kinerja keuangan Pegadaian Wilayah VIII Jakarta 1 mengalami pertumbuhan mencapai 10,33 persen. 

"Hingga 31 Agustus 2022, kami mencatatkan pertumbuhan hingga 10,33 persen. Itu artinya pertumbuhan kami yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya," kata Alim dalam Media Gathering dengan tema "Strategi Pengembangan UMKM Naik Kelas serta Digitalisasi Informasi bersama Kanwil VIII Jakarta 1" di Jakarta, Kamis (22/9).

Ditambahkan Alim Sutiono, kinerja keuangan Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1 terus tumbuh dan tercatat menjadi nomor 1 tertinggi secara nasional, pertumbuhan KCA mikro tercatat tumbuh 19 persen. Dari produk KCA, produk emas menjadi produk yang pertumbuhannya paling tinggi di seluruh indonesia.

Alim menyampaikan beberapa kinerja Pegadaian Wilayah VIII Jakarta 1 diantaranya Outstanding loan mencapai Rp5,25 triliun, nasabah aktif mencapai 476 ribu dan laba Rp418 miliar. Sementara itu, penyaluran KUR Syariah mencapai Rp12,1 miliar yakni dengan penyaluran diantaranya areal Senen Rp 2,8 miliar, areal Bogor Rp4,5 miliar, areal Keramat Jati Rp2,3 miliar, areal Jatiwaringin Rp1,4 miliar, areal Bekasi Rp1,2 miliar.

Fokus UMKM

 Dipaparkan Alim Sutiono, Pasar UMKM terus berkembang, kedepan pihaknya fokus untuk bagaimana UMKM menjadi naik kelas bersama Pegadaian. Seperti diketahui UMKM sudah sangat banyak di negara ini dan hal ini merupakan hal penting yang harus dikembangkan. Namun terjadinya pandemi ternyata banyak mengubah tatacara menjual dan mengembangkan umkm, salah satunya kini pengembangan melalui digital.

"Melihat hal ini kami melalui Pegadaian tak ingin UMKM tidak berhasil. Jadikan pegadain sebagai solusi keuangan masyarakat, dimana jasanya mudah murah membantu masyarakat. Kami tak hanya menjual produk, kami juga mengajak berinvestasi sehingga masyarakat dapat memiliki aset bisa berupa emas. Maka kami terus melakukan pendampingan, yang kami lakukan adalah bagaimana mereka membuka usaha, mengelola keuangannya dan bagaimana mengelola produksinya yakni mulai dari pengemasan dan hingga pemasarannya. Kami tahu hal ini tidak mudah, pasti sulit, namun pandemi ini juga menunjukkan bahwa UMKM inilah yang sesungguhnya bisa diberdayakan untuk mendongrak perekonomian. Yang kami lakukan disini sangat sederhana, kami mengembangkan produk yang kita kenal, bagaimana kita bantu pengembangan produksi dan hingga bagaimana usahanya berjalan," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Alim Sutiono, Pegadaian bersama induk holding BRI, berharap semua kegiatan UMKM Nasabah Pegadain tumbuh makin besar dengan bersinergi melalui program yang bernama senyum ultra mikro. "Mengembangkan umkm itu tidak mudah. Namun selama dikelolah dengan baik dan benar insyallah akan berhasil. Yang tidak berhasil dikelola itu biasanya yang tidak memiliki GCG. Kita kebanyak manajemen warung, nah ini yang hatus kita tertibkan," tegasnya.

Bersama program UMKM naik kelas pegadaian akan fokus melakukan pendampingan UMKM mulai dari bagaimana UMKM memulai usaha, hingga akhirnya dapat melakukan peminjaman di BRI. Karena dengan adanya holding diperusahaan pegadaian inilah makan pendampingan yang kami lakukan akan lebih naik lagi, sehingga umkm kami nantinya naik kelas.

"Di era digital ini kami juga menambahkan strategi pemasaran melalui sistem digital. Kalau ingin naik kelas makan UMKM harus dapat dikelola dengan baik, disiplin ikut mengikuti aturan pendampingan hingga hasil yang didapatkan oleh UMKM nanti dapat disimpan dalam bentuk lain misalnya dalam bentuk properti atau emas," ungkap Alim.

Sebagai info, Pegadaian saat ini telah mendaftarkan lebih dari 8200 UMKM yang merupakan vendor dan mitra binaanPegadaian ke dalam platform PaDip. PaDi atau Pasar Digital adalah sebuah platform digital oleh pemerintah yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna optimalisasi, akselerasi dan efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM.

Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1

Dalam kesempatan yang sama Deputy Bisnis Area Bekasi Tinggi Pardomuan, mengatakan saat ini cangkupan wilayah kerjanya adalah Kota bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang, dengan cangkupan areal yang ual ini telah ada 80 outlet pegadaian. Saat ini kinerja produk pegadaian areal Bekasi tercatat komposisi produk gadai mencapai 85 persen dan produk non gadai 15 persen.

"Sekarang di areal bekasi khususnya wilayah industi, tampak mulai ramai dan aktifitas roda perekonomi mulai berjalan. Sehingga dampaknya ke pegadaian kinerja kami juga mulai naik. Sehingga kita harapkan semua masyarakat saat ini dapat kita layani. Dan kinerje areal bekasi tumbuh meningkat," paparnya.

Lebih lanjut Deputy Bisnis Area Jatiwaringin Johannes Nanang Hartanto, memaparkan wilayah kerjanya yang mencangkup sebagian di Jakarta Timur, Keranji, Bekasi. Areal Jatiwaringin memang sebagai besar banyak yang bebisnis UMKM, dan terus bersinergi dengan pemerintah setempat untuk memberdayakan UMKM agar terus naik kelas. "Saat ini kinerja produk pegadaian areal Jatiwaringin tercatat komposisi produk gadai mencapai 55 persen dan produk non gadai 45 persen," tambahnya.

Hal yang sama dipaparkan Deputy Bisnis Area Kramatjati Alnafiah Alius, saat ini di areal kami terdapat 11 cabang pegadaian dan 70 areal unit kecil. Dalam pengembangannya pegadaian Kramatjati mengandalkan pasar dengan berkerjasama bersama pemda, diantaranya dengan bagaimana menggerakan jakprenuer digital bisnis.

"Kami fokus melakukan pendampingan kepada UMKM agar mereka naik kelas. Kami berikan pelatihan agar mereka paham bagaimana mengelola keuangan. Saat ini kinerja produk pegadaian areal Kramatjati tercatat komposisi produk gadai mencapai 85 persen dan produk non gadai 15 persen.

Deputy Bisnis Area Bogor Agus Riyadi, memaparkan sesuai dengan karakteristika wilayah tentu umkm menjadi sasaran produknya. Areal Bogor telah menyalurkan KUR kepada 631 UMKM. "Yang kami lakukan di areal bogor adalah pendampingan berdasarkan cluster UMKM. Hal ini agar mereka bisa saling kenal antara pemasok dan pemasar sehingga dapat bersinergi. Saya secara teritorial kami ada 13 cabang pedagaian dan 101 oulet," tutup Agus Riyadi.

BERITA TERKAIT

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI NERACA Jakarta - Pemerintah harus fokus pada upaya penghapusan semua mata anggaran…

Rupiah Anjlok Tertekan Agresivitas Moneter The Fed

  NERACA Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore anjlok tertekan agresivitas kebijakan…

OJK Dukung Kolaborasi Bank DKI dan Bank Maluku

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung kolaborasi dan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara dua Bank Pembangunan…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI NERACA Jakarta - Pemerintah harus fokus pada upaya penghapusan semua mata anggaran…

Rupiah Anjlok Tertekan Agresivitas Moneter The Fed

  NERACA Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore anjlok tertekan agresivitas kebijakan…

OJK Dukung Kolaborasi Bank DKI dan Bank Maluku

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung kolaborasi dan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara dua Bank Pembangunan…