Ekspor Berbasis Ekonomi Biru Terus Didorong

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong civitas akademi Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan riset terapan untuk pengembangan komoditas prioritas berorientasi ekspor. Riset terapan untuk komoditas unggulan yang bernilai ekonomis tinggi seperti udang, rumput laut, lobster dan kepiting, merupakan salah satu bentuk sinergi akselerasi implementasi ekonomi biru.

NERACA 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu atau yang biaa disapa Tebe mengungkapkan, dukungannya kepada civitas akademi IPB . Sehingga dalam hal ini mahasiswa dan para peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan didorong untuk melakukan riset yang sejalan dengan program terobosan KKP.

Kami memerlukan sinergi dengan Perguruan Tinggi dalam menghasilkan teknologi maupun kajian terkait perikanan, khususnya pada sub sektor perikanan budidaya,” jelas  Tebe

Tebe pun menjelaskan salah satu bentuk sinergi yang dapat dilakukan adalah memperbanyak penelitian dan inovasi teknologi terkait komoditas prioritas yang sejalan dengan program terobosan KKP.

Selain itu juga menekankan dan menyuarakan prinsip Ekonomi biru, sehingga dihasilkan hasil penelitan dan inovasi teknologi yang dapat mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya nasional serta berkualitas dan ramah lingkungan.

Saat ini KKP memiliki lima strategi Ekonomi Biru yang salah satunya yaitu pengembangan budidaya perikanan ramah lingkungan, khususnya untuk komoditas bernilai ekspor tinggi seperti udang, lobster, rumput laut dan kepiting.

Sehingga dalam hal ini untuk mengimplementasikan program terobosan tersebut salah satunya pengembangan perikanan budidaya ramah lingkungan, khususnya untuk komoditas bernilai ekspor tinggi harus mengedepankan keseimbangan tiga aspek yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu pentingnya menjaga kesehatan ekologi dan peningkatan ekonomi berkelanjutan dan aspek sosial bagi masyarakat.

Dari empat komoditas yang diunggulkan bernilai ekonomis tinggi, salah satunya udang. Pasalnya merupakan komoditas perikanan yang sangat diminati oleh pasar dunia dan Indonesia berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9% dari kurun waktu 2015-2020.

Jurus KKP dalam peningkatan produksi udang nasional antara lain langkah pertama yaitu, mengevaluasi, baik lahan budidaya, teknologi maupun pendataan. Hal ini dilakukan untuk melihat produktivitas, tingkat kesejahteraan pembudidaya dan dampaknya terhadap ekologi.

Pasalnya, selama ini permasalahan produksi budidaya tidak bisa tercapai karena infrastruktur budidaya udang tidak memenuhi standard best practice. Dimana standarnya praktek budidaya harus mengikuti praktek budidaya yang ramah lingkungan.

Kegiatan budidaya, khususnya tambak udang wajib memiliki instalasi pengolahan air limbah agar air yang digunakan setelah proses budidaya tidak mencemari lingkungan. “Dengan infrastruktur yang mendukung, ditambah dengan lingkungan yang bersih, laut tetap selalu sehat, maka akan menciptakan iklim tambak yang sehat. Sehingga produksi bisa lebih maksimal,” ujar Tebe.

Langkah kedua, lanjut Tebe, dengan merevitalisasi tambak udang untuk meningkatkan produktivitas lahan tambak tradisional dari 0,6 menjadi sekitar 30 ton per hektare per tahun, dengan output terbangunnya tambak ramah lingkungan dan outcome peningkatan nilai tukar pembudidaya ikan dengan begitu ada peningkatan produksi yang lebih signifikan.

Langkah ketiga, yaitu dengan modelling tambak udang yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan budidaya udang sekitar 80 ton per hektare per tahun, melalui pengelolaan tambak udang modern, efisien, dan terintegrasi hulu-hilir dalam satu kawasan yang terukur dan berkelanjutan.

Strategi pengembangan budidaya udang harus menggunakan konsep pengembangan budidaya udang yang memenuhi konsep pendekatan hulu-hilir yang baik dalam satu kawasan industri atau kawasan ekonomi.

Konsep pendekatan hulu-hilir meliputi hatchery, pabrik pakan, on-farm budidaya udang, pengolahan hasil budidaya, proses pengemasan, ekspor serta penjualan, sehingga seluruh nilai tambahnya akan berputar di wilayah tersebut termasuk partisipasi masyarakat.

“Dengan model begini akan tercipta iklim budidaya yang terintegrasi, dengan cost yang lebih efisien tapi hasil yang lebih maksimal. Sehingga menjadikan udang sebagai tulang punggung ekonomi sektor perikanan bisa terwujud,”  ungkap Tebe.

Sementara itu, Rektor IPB, Prof Arif Satria menerangkan bahwa dalam mewujudkan sub sektor perikanan budidaya yang maju dan selalu menjadi tumpuan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan protein dan penghasilan, mahasiswa harus berperan membantu percepatan transformasi masyarakat kita dalam memasuki era 4.0. Mahasiswa harus semakin semangat menggali gagasan-gagasan baru yang bisa mensukseskan pembangunan perikanan budidaya untuk kemajuan bangsa.

“Masa depan perikanan budidaya Indonesia ada di tangan para mahasiswa semua. Mahasiswa harus mampu berkreasi, selalu menciptakan inovasi unggulan, ramah lingkungan dan berkelanjutan. IPB University terus mendorong kreativitas mahasiswa untuk berinovasi menghasilkan berbagai produk yang solutif bagi masyarakat,” pungkas Prof Arif.

BERITA TERKAIT

Bekerjasama Membuka Peluang Pendanaan Startup Energi

NERACA Jakarta - Sebagai upaya percepatan transisi energi di Indonesia, Pertamina NRE, dan PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) menandatangani…

Kemendag Bersama DPR-RI Dorong Kinerja Ekspor - Bedah IUAE"CEPA

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama DPR-RI sepakat membahas pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah…

UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Industri

Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bermitra dengan pelaku usaha…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Bekerjasama Membuka Peluang Pendanaan Startup Energi

NERACA Jakarta - Sebagai upaya percepatan transisi energi di Indonesia, Pertamina NRE, dan PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) menandatangani…

Kemendag Bersama DPR-RI Dorong Kinerja Ekspor - Bedah IUAE"CEPA

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama DPR-RI sepakat membahas pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah…

UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Industri

Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bermitra dengan pelaku usaha…