FREN Rilis Saham Konversi Waran Seri III

NERACA

Jakarta – Emiten operator seluler, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengumumkan telah menerbitkan saham dari hasil konversi waran seri III sejumlah 48 saham. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin telah menerbitkan saham hasil konversi waran III yang merupakan pelaksanaan waran pada 19 September 2022.

Dengan demikian jumlah saham FREN yang beredar saat ini sebanyak 315,1 miliar saham dengan jumlah waran yang beredar sebanyak 91,82 miliar. "Selanjutnya kami mohon saham tersebut di atas diumumkan di lantai Bursa untuk diperdagangkan," kata Manager Operasional Smartfren, Hartono.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan e-commerce entitas Alibaba, Lazada dikabarkan menjadi pemegang 6 persen saham FREN. Hal ini menyusul penjualan saham FREN oleh pemegang saham pengendali, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA). Dikonfirmasi mengenai hal ini, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan, pemegang saham pengendali FREN, DSSA memang menjual sahamnya kepada pihak ketiga. Namun, Merza tak menjawab lebih lanjut siapa pihak ketiga tersebut. "Bukannya sudah banyak berita nya di media tentang transaksi pengambilalihan saham SF yang sebelumnya dikuasai oleh DSSA. Bisa lihat di keterbukaan informaai di IDX dari DSSA," kata Merza.

Direktur Smartfren Antony Susilo menyampaikan konfirmasinya terkait berita Alibaba menginvestasikan dana US$100 juta ke Smartfren Telecom. Penjualan saham FREN tersebut dilakukan oleh DSSA, salah satu entitas usaha Grup Sinarmas. "Melalui strategi Beyond Telco, FREN fokus mengembangkan layanan digital baru," paparnya.

Dalam keterangan terpisah, Corporate Secretary DSSA Susan Chandra menyampaikan perusahaan melakukan penjualan 6 persen saham FREN atau setara 19,6 saham. Harga pelaksanaan Rp77 sehingga total transaksi mencapai Rp1,5 triliun. "Tanggal transaksi penjualan saham FREN dilakukan pada 26 Juli 2022," ujarnya.

Tahun ini, FREN menargetkan pendapatan tumbuh di atas 10% dan optimis bakal tercapai seiring dengan pencapaian positif kinerja keuangan perseroan di kuartal pertama dan semester pertama 2022. Perseroan juga mengungkapkan, tahun ini bakal membangun fasilitas data center berkapasitas 1.000 MW melalui jalinan kemitraan dengan perusahaan asal Abu Dhabi, Group 42 (G42). Perencanaan tersebut rencananya akan dimulai di tahun ini dengan melakukan pembangunan secara bertahap. Kemudian guna memuluskan langkah ekspansi di tahun ini, FREN menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 200 juta. Saat ini, FREN mengklaim perseroan telah menjangkau sekitar 80% dari total populasi di Indonesia dengan tersedia di lebih dari 200 kota

 

 

 

BERITA TERKAIT

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…