SCMA Bukukan Pendapatan Rp 3,16 Triliun

Semester pertama 2022, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membukukan pendapatan neto Rp 3,16 triliun atau tumbuh 7,11% dari priode yang sama tahun lalu Rp 2,95 triliun. Kendati demikian, laba usaha perseroan mengalami penurunan di semester I-2022 menjadi Rp 785,72 miliar. Padahal, di semester I-2021, perseroan membukukan laba usaha Rp 966,04 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, penurunan laba usaha itu dipicu kenaikan beban program dan siaran menjadi Rp 1,62 triliun, beban usaha Rp 906,46 miliar. Sedangkan, pendapatan operasi lainnya meningkat jadi Rp 157,3 miliar dan beban operasi lainnya jadi Rp 10,26 miliar. Laba sebelum beban pajak penghasilan SCMA di semester I-2022 adalah Rp 778,43 miliar, berkurang dari semester I-2021 yang sebanyak Rp 951,14 miliar.

Di semester I-2022, beban pajak penghasilan (neto) adalah Rp 212,7 miliar, sehingga laba periode berjalan perseroan sebesar Rp 565,72 miliar. Lebih kecil dari laba periode berjalan semester I-2021 yang Rp 747,78 miliar. Untuk laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 616,44 miliar di semester I-2022, berkurang dari periode yang sama tahun lalu yang berjumlah Rp 727,38 miliar.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengaku optimistis mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan. Direktur Utama SCMA, Sutanto Hartono pernah mengatakan, target kinerja akan disesuaikan dengan kondisi market dan berharap bisa mencapai realisasi kinerja yang lebih baik dari tahun lalu.

Diakuinya, saat ini prospek bisnis cukup menantang sejalan dengan adanya perang Ukraina dan Rusia. "Kami optimis karena pandemi Covid-19 sudah lewat, tapi ternyata ada perang, yang salah satunya berefek pada kenaikan harga komoditas dan mempengaruhi biaya pengiklan meningkat," kata dia.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Indo Kordsa Bagikan Dividen Rp 135 Miliar

PT Indo Kordsa Tbk. (BRAM) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp300 per saham dengan total mencapai Rp135 miliar. Dividen…

Hafid Hadeli Jabat Komisaris Adira Finance

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance yang…

Kimia Farma Targetkan Produksi 28 BBO

Dorong pertumbuhan bisnisnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melalui anak usahanya PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) menargetkan produksi bahan…

BERITA LAINNYA DI

Indo Kordsa Bagikan Dividen Rp 135 Miliar

PT Indo Kordsa Tbk. (BRAM) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp300 per saham dengan total mencapai Rp135 miliar. Dividen…

Hafid Hadeli Jabat Komisaris Adira Finance

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance yang…

Kimia Farma Targetkan Produksi 28 BBO

Dorong pertumbuhan bisnisnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melalui anak usahanya PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) menargetkan produksi bahan…