Promosi Digital Tingkatkan Nilai Tambah Produk

NERACA

Jember- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/baparekraf) terus mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) untuk meningkatkan nilai tambah terhadap produk-produk ekonomi kreatif yang dihasilkan dengan memaksimalkan promosi melalui digital.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pentingnya promosi digital bagi para pelaku ekonomi kreatif sehingga dapat mendukung upaya bersama dalam mendorong kebangkitan ekonomi dengan terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja.

“Harapannya mereka menembus imajinasi untuk menghasilkan produk-produk terbaik. Produknya sukses menghasilkan nilai tambah. Kami juga mendorong para peserta untuk beradaptasi dengan digitalisasi atau memasarkan produk-produknya melalui digital,” ujar Sandiaga.

AKI adalah salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menyasar 16 kabupaten atau kota di Indonesia. Acara tersebut menjadi wahana promosi yang efektif sehingga diharapkan ekonomi masyarakat dapat meningkat.

"Ini adalah bentuk dukungan kita kepada UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), berragam potensi ekonomi kreatif yang sangat baik. Mulai dari produk kuliner sampai juga produk yang berkaitan dengan wisata,” kata Sandiaga.

Hal tersebut, kata Sandiaga, juga sejalan dengan pembangunan yang berbasis teknologi. Ia berharap penyelenggaraan pameran AKI 2022 dapat memperluas pasar produk dari para pelaku ekonomi kreatif dan mendorong daya beli masyarakat. 

Selain itu, kehadiran AKI diharapkan mendukung kampanye #BanggaBuatanIndonesia dan mendorong target menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru pada tahun ini dan 4,4 juta pada tahun 2024.

Lebih lanjut, isu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif jugamewarnai diskusi para delegasi G20 dalam "The 1st Tourism Working Group” Indonesia 2022 di Labuan Bajo,. Sebagaimana diketahui, isu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif adalah salah satu isu prioritas pada lima line of action (pilar aksi) agenda Presidensi Tourism Working Group G20 Indonesia. 

Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, saat memimpin "The 1st Tourism Working Group” Indonesia 2022, di Labuan Bajo menyampaikan bahwa fokus dalam pembahasan ini adalah nantinya masyarakat mampu lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku ekonomi kreatif ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

"Forum ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital, sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di semua negara dapat memanfaatkan potensinya yang luas, " ujar Frans. 

Dalam diskusi tersebut delegasi sepakat bahwa digitalisasi, inovasi, adalah solusi berkelanjutan dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif global. 

Selain itu delegasi juga sepakat bahwa digitalisasi berperan penting pada perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi. Oleh karena itu, para delegasi mendorong  pelatihan digitalisasi untuk pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata sehingga pemulihan dan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi Covid-19 dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Teknologi digital ini juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan masa depan dalam keterkaitan rantai nilai pariwisata pascapandemi," ujar Frans.

Dalam kesempatan itu, para delegasi juga berkesempatan membahas perlunya pembuatan aplikasi pertukaran informasi pebukaan kembali sektor wisata di dunia. 

"Aplikasi ini memainkan peran penting dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut," ujar Frans. 

Disisi lain, negara-negara G20 harus dapat bersinergi dengan kuat dan bergerak selaras menyusun rencana kebangkitan ekonomi yang ditopang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dengan memaksimalkan peluang dan tantangan di tengah pandemi maupun pascapandemi dengan penuh kehati-kehatian. Sehingga kebangkitan ekonomi dapat terwujud dengan semakin terbukanya lapangan kerja pada sektor pariwisata.

Sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) juga tengah meluncurkan "Tourism Working Group (TWG) G20." Harapannya dapat menghasilkan satu program konkret berdasarkan best practice dan dapat dikerjasamakan antarnegara anggota G20.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Produk Biomassa Cangkang Sawit Tembus ke Jepang

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu perluasan pasar ekspor untuk industri pengolahan kelapa sawit, seperti pengapalan produk biomassa…

Pemanfaatan Sumber Daya untuk Kemakmuran Rakyat

NERACA Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, mengungkapkan, "bahwa dalam memanfaatkan sumber daya energi dan mineral…

Semester I-2022, Ekspor Batik Capai USD 27,42 juta - Pasar Batik Semakin Terbuka

Yogyakarta – Batik Indonesia dikenal memiliki kaitan erat dengan gambaran adat istiadat serta budaya di berbagai wilayah. Hampir setiap daerah memiliki ciri…

BERITA LAINNYA DI Industri

Produk Biomassa Cangkang Sawit Tembus ke Jepang

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu perluasan pasar ekspor untuk industri pengolahan kelapa sawit, seperti pengapalan produk biomassa…

Pemanfaatan Sumber Daya untuk Kemakmuran Rakyat

NERACA Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, mengungkapkan, "bahwa dalam memanfaatkan sumber daya energi dan mineral…

Semester I-2022, Ekspor Batik Capai USD 27,42 juta - Pasar Batik Semakin Terbuka

Yogyakarta – Batik Indonesia dikenal memiliki kaitan erat dengan gambaran adat istiadat serta budaya di berbagai wilayah. Hampir setiap daerah memiliki ciri…