Tinggi Rasio Kredit Macet Pebankan Spanyol

NERACA

Madrid--Rasio kredit macet yang dimiliki oleh bank-bank Spanyol, terutama untuk properti, pada Mei mencapai tingkat tertinggi sejak 1994 yakni 8,95 %, kata bank sentral negara itu, Rabu.

Nilai pinjaman yang dianggap "diragukan", yang berisiko tidak dilunasi, mencapai 155,841 miliar euro (192 miliar dolar AS), setara dengan 8,95 % dari total kredit yang disalurkan oleh perbankan Spanyol, angka yang dikeluarkan oleh bank sentral Spanyol (BoS) menunjukkan. Angka tersebut telah terus meningkat tahun ini, dari 8,15 % pada Februari menjadi 8,37% dan 8,72 % dalam dua bulan berikutnya.

Pada akhir 2008, rasio kredit macet yang dimiliki oleh perbankan di Spanyol hanya 3,37 %, tetapi meledaknya gelembung real estat mengungkapkan kelemahan inti yang telah mengakibatkan Madrid membutuhkan bantuan dari mitra zona euro.

Pada 9 Juni, negara-negara zona euro meluncurkan sebuah rencana yang akan menyediakan hingga 100 miliar euro untuk mendukung bank-bank Spanyol yang tertekan, yang mengkonsentrasikan pinjaman berisiko mereka di apa yang dinamakan bank buruk pada November.

Bantuan untuk bank-bank Spanyol menjadi prioritas utama setelah Bankia, bank terbesar ketiga berdasarkan aset, yang disebut pada Mei membutuhkan dana talangan pemerintah diperkirakan sebesar 23,5 miliar euro.

Para menteri keuangan zona euro pada Jumat menentukan rincian rencana mereka untuk membantu bank-bank, yang akan mengarah ke pembukaan pemblokiran 30 miliar euro pada akhir bulan. Jumlah itu akan ditahan dalam cadangan dalam kasus bank sangat membutuhkan dana segar.

Pada Senin, Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti kekhawatiran tentang situasi genting di bank-bank Spanyol karena memperkirakan bahwa Spanyol akan tetap berada di resesi tahun depan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…