Dampak Kenaikan Bahan Baku - Laba Charoen Pokphand Terkoreksi 14,68%

NERACA

Jakarta – Semester pertama 2022, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 14,68% menjadi hanya Rp2,41 triliun dari Rp2,83 triliun pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, penjualan emiten unggas ini naik 12,43% secara tahunan menjadi Rp28,63 triliun dari Rp25,46 triliun pada semester I/2022. Penjualan CPIN terutama ditopang oleh penjualan ayam pedaging yang menyumbang Rp16,30 triliun, meningkat 26,76% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan Rp12,86 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, segmen pakan ternak yang merupakan penyumbang terbesar kedua dengan nilai penjualan sebesar Rp6,67 triliun justru turun 7,26% yoy daripada Rp7,19 triliun di semester I/2021. Seiring dengan naiknya penjualan, beban pokok penjualan Charoen Pokphand tercatat naik 17,68% menjadi Rp23,74 triliun, dibandingkan dengan Rp20,17 triliun pada semester I/2021. Kenaikan beban pokok penjualan terutama disumbang dari pos bahan baku yang digunakan yang mencatatkan kenaikan sebesar 19,47% secara tahunan menjadi Rp20,33 triliun.

Pada Januari-Juni 2021, beban bahan baku berada di angka Rp17,01 triliun. Kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari kenaikan penjualan membuat laba kotor CPIN tergerus 7,56% yoy dari Rp5,29 triliun pada semester I/2021 menjadi Rp4,89 triliun pada semester I/2022. Di sisi lain, jumlah aset Charoen Pokphand tercatat meningkat sebesar Rp3,64 triliun atau 10,28% menjadi Rp39,09 triliun per 30 Juni 2022, dibandingkan dengan Rp35,44 triliun pada 31 Desember 2021. Kenaikan terutama disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp2,46 triliun selama semester I/2022.

Liabilitas Charoen Pokphand juga meningkat sebesar Rp3,00 triliun menjadi Rp13,29 triliun yang disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek senilai Rp2,12 triliun sehingga menjadi Rp6,71 triliun. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex sekitar Rp2,5 triliun. Nilai ini turun dibandingkan dengan alokasi 2021 sebesar Rp3,1 triliun. “Sebagian besar capex akan digunakan untuk peningkatan kapasitas segmen bisnis pengolahan produk unggas,”kata Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia, Tjiu Thomas Effendy.

Disampaikannya, nilai belanja modal yang dialokasikan mencapai Rp1,25 triliun atau 50% dari total anggaran yang disiapkan. Perseroan menjelaskan, alokasikan 50% untuk food karena kapasitas feedmill maupun peternakan perunggasan masih aman. “Yang harus kami kejar sekarang adalah kapasitas pemotongan ayam dan pemrosesan produk olahan siap saji,” kata Thomas.

Dirinya menuturkan, perusahaan telah fokus meningkatkan kapasitas produksi di sisi hilir sejak 2021 dengan menambah investasi rumah potong hewan unggas (RPHU) dan memperluas kanal pemasaran produk melalui gerai ritel dan kemitraan. Total RPHU baru yang dibangun Charoen Pokphand Indonesia sejak 2021 mencapai 11 unit di mana 7 di antaranya ditargetkan rampung pada Juli 2022.

BERITA TERKAIT

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…