Tunas Baru Lampung Bagikan Dividen Rp 50

NERACA

Jakarta -Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) akan membagikan dividen Rp50 per saham dari laba bersih tahun buku 2021. Disebutkan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan akan membagikan dividen total Rp263,84 miliar atau sebesar Rp50 per saham.

Dalam lima tahun terakhir, TBLA tercatat rajin membagikan dividen ke pemegang sahamnya. Dividen per saham terbesar dibagikan perseroan pada 2017, yaitu sejumlah Rp75 per saham dengan total Rp400,6 miliar. RUPST juga menetapkan sebesar Rp500 juta sebagai dana cadangan. Sementara itu, sisa dari laba bersih perseroan setelah dikurangi dana cadangan akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional yang dimasukkan dalam saldo laba.

Adapun laba bersih TBLA yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2021 mencapai Rp738,20 miliar, naik dari posisi 2020 sebesar Rp698,85 triliun. Sebelumnya pada 2021, TBLA tercatat membagikan dividen senilai Rp131,9 miliar atau setara dengan Rp25 per saham dari laba bersih tahun buku 2020 sebesar Rp680,7 miliar. Sebagai informasi, tahun ini PT Tunas Baru Lampung Tbk mengalokasikan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 800 miliar - Rp 900 miliar untuk membiayai ragam agenda perusahaan.

Corporate Secretary TBLA, Hardy Phan mengatakan, sekitar 50% dari anggaran capex dialokasikan untuk mendanai agenda maintenance, sedang sekitar 50% lainnya untuk ekspansi. “Sumber pendanaannya biasanya kami kombinasi, 65% dari perbankan, 35% dari (kas) internal, tapi (komposisinya) tergantung proyeknya yang mana,” ujarnya.

Emiten perkebunan sawit ini menyampaikan rencana ekspansi pabrik Refined Glycerine berkapasitas 120 ton per hari dan sudah rampung. Pabrik yang berlokasi di Way Lunik-Lampung ini sudah beroperasi kurang lebih 1 minggu saat tulisan ini dibuat. Agenda ekspansi lainnya, TBLA juga membangun Pabrik Re-Esterification PFAD di Way Lunik, Lampung.

Pabrik berkapasitas berkapasitas 100 ton per hari itu saat ini sedang dalam tahap commissioning. Harapan TBLA, pabrik ini bisa mulai beroperasi pada awal bulan depan. Dengan adanya pabrik ini, nantinya TBLA bisa mencampurkan PFAD hasil pabrik dengan bahan baku biodiesel. PFAD yang dihasilkan ini bisa menggantikan RBDPO yang harganya lebih mahal. Berikutnya, TBLA juga mengagendakan penanaman kebun tebu di Lampung hingga 15.000 hektare.

 

BERITA TERKAIT

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…