Tekanan Sentimen Global Bikin IHSG Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/6) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 30,77 poin atau 0,44% ke posisi 6.911,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,77 poin atau 0,38% ke posisi 991,94.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pembalikan arah dari sesi perdagangan awal yang mampu menguat menuju pelemahan seiring dengan kasus Covis-19 Singapura yang terus mengalami kenaikan di mana dikhawatirkan penyebarannya semakin masif masuk ke dalam negeri sejalan dengan pelonggaran mobilitas antar negara.

Kemudian sentiment lainnya datang dari pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2022 terkontraksi sebesar 1,6% sedikit lebih tinggi dari konsensus yang memperkirakan kontraksi 1,5%. Masalah inflasi tinggi, defisit perdagangan, PHK, lonjakan impor yang tidak diimbangi dengan aktivitas ekspor, dan belanja masyarakat yang lebih rendah, menekan ekonomi AS dan memberikan ekspektasi bahwa aliran dana asing berpotensi kembali masuk ke dalam negeri meskipun diperkirakan secara jangka pendek saja.
Namun, kenaikan suku bunga The Fed yang cenderung agresif memberikan disparitas selisih suku bunga Bank Indonesia semakin kecil di tengah BI yang cenderung prudent dalam mengambil langkah. Ekonomi AS yang terkontraksi sudah menunjukkan tanda-tanda resesi semakin meyakinkan pasar bahwa "risk off" ke pasar dengan volatilitas yang relatif lebih aman dan ekonomi yang lebih stabil di tengah tantangan global, dapat menjadi pilihan.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG melemah dan tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham. Sepanjang jam perdagangan pada Kamis ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya KJEN, POLU, BHMS, BRNA, ARTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya KIOS, DOID, SNLK, CMNP, HITS.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,71%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi masing-masing minus 1,7% dan minus 1,08%. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor kesehatan dan sektor teknologi masing-masing sebesar 1,12% dan 1,07%.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.121.636 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,12 miliar lembar saham senilai Rp13,14 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 374 saham menurun, dan 153 tidak bergerak nilainya. Bursa saham regional Asia sore kemarin antara lain indeks Nikkei melemah 411,56 poin atau 1,54% ke 26.393,04, indeks Hang Seng turun 137,1 poin atau 0,62% ke 21.859,79, dan indeks Straits Times terkoreksi 32,66 poin atau 1,04% ke 3.102,21.

BERITA TERKAIT

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…