Mitigasi Perubahan Iklim - Jayamix by SCG Tanam 1.972 Magrove di Pesisir Jakarta

Peduli terhadap isu perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan, PT SCG Readymix Indonesia atau dikenal sebagai Jayamix by SCG melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menanam 1.972 bibit mangrove di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk (PIK).

President Director Jayamix by SCG, Vorapong Panavasu dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, aksi penanaman mangrove ini merupakan kontribusi nyata perusahaan di bidang lingkungan sekaligus merayakan ulang tahun perusahaan yang ke-50. “SCG meyakini pentingnya perlindungan ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan harus didukung seluruh pihak. Melalui agenda penanaman bertajuk Jayamix Green 50ldier (re: Soldier), perusahaan telah menyiapkan 1.972 bibit mangrove, sesuai dengan tahun didirikannya perusahaan, untuk ditanam oleh para karyawan,”ujarnya.

Disampaikannya, perseroan sebagai bagian dari unit bisnis SCG CBM (Cement Building Materials), selalu mengedepankan tata kelola berkelanjutan sesuai dengan prinsip ESG 4 Plus, yaitu sustainability development framework dalam operasi bisnis perusahaan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Saat ini, lanjutnya, perseroan fokus untuk mendukung target pemerintah Indonesia untuk merehabilitasi 600.000 hektar hutan mangrove hingga tahun 2024. Langkah ini dimulai dari yang terdekat di kawasan mangrove Jakarta.

Diketahui, keberadaan mangrove di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan melindungi pantai dari abrasi. Mangrove juga berperan dalam menyerap karbon dari atmosfer dan lautan yang disebut juga blue carbon. Karbon tersebut dapat tersimpan hingga ribuan tahun. Untuk itu, potensi serapan karbon ekosistem pesisir diprediksi melebihi kemampuan hutan tropis di daratan.

Selain termasuk ke dalam wilayah operasional Jayamix by SCG, dipilihnya pesisir Jakarta sebagai lokasi penanaman mangrove karena kebutuhan sabuk hijau (greenbelt) mangrove di pesisir ibu kota untuk mengurangi intrusi air laut (meresapnya air laut ke dalam air tanah), berdasarkan garis optimal. Diketahui bahwa keberadaan mangrove diprediksi mampu menurunkan laju intrusi menjadi 0,2 km/tahun. Kondisi ini lebih rendah dari laju intrusi dengan tanpa ekosistem mangrove, yakni sebesar 0,3-0,4 km/tahun. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan ekosistem mangrove sangat penting bagi pesisir utara Jakarta.

Di sisi lain, adanya prediksi kenaikan muka laut yang kian nyata. Terlebih, utusan khusus Gubernur Jakarta bidang Perubahan Iklim, dalam acara diskusi publik bertajuk Perubahan Iklim dan Ancaman Tenggelamnya Pesisir Jawa, tahun lalu menyebutkan bahwa Jakarta menghadapi ancaman Sea Level Rise (kenaikan muka laut) yang disebabkan oleh perubahan iklim. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ancaman tenggelamnya wilayah pesisir Jakarta dapat dicegah dengan penanaman hutan mangrove di sepanjang bibir pantai. Hutan mangrove dapat menahan laju masuknya air laut ke daratan.

Sementara Country Director SCG di Indonesia, Warit Jintanawan menyatakan bahwa penanaman mangrove ini merupakan salah satu bentuk advokasi dari ESG 4 Plus yang sedang digencarkan oleh SCG di Indonesia. SCG bertekad untuk turut berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, konsumsi energi, dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebih serta merangkul kolaborasi dengan banyak pihak yang terkait.”Urgensi kami dalam melaksanakan prinsip ESG 4 Plus adalah karena SCG telah menjadi bagian dari Indonesia. Kami telah hadir hampir 30 tahun di Indonesia dan terus berkomitmen untuk berkontribusi pada lingkungan sehingga lingkungan lestari, bisnis pun demikian,” kata Warit.

Implementasi ESG 4 Plus di perusahaan beton pertama di Indonesia ini meliputi pemanfaatan limbah produksi batu bara, tembaga, dan baja sebagai substitusi material, serta sistem daur ulang air limbah untuk menurunkan resiko pencemaran air. Air daur ulang digunakan untuk kegiatan di dalam pabrik seperti penyemprotan bahan, pembersihan area.

 

BERITA TERKAIT

Meriahkan Jember Fashion Carnaval - Sharp Indonesia Angkat Budaya Madura

Dukung industri kreatif dalam hal ini dunia fashion, PT Sharp Electronics Indonesia memberikan apresiasi terhadap kreatifitas anak-anak muda Indonesia dalam…

Dorong Kontribusi Bagi Lingkungan - Tanoto Bina Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

Mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk peduli keberlanjutan pembangunan, Tanoto Foundation sebagai organisasi filantropi independen di bidang pendidikan terus…

Peduli Keluarga Tidak Mampu - Baby Happy Diapers Salurkan Lebih dari 600 Ribu Popok

Baby Happy Diapers, popok sekali pakai produksi Wings Care melanjutkan program CSR "Baby Happy, Keluarga Happy" dengan menyalurkan lebih dari…

BERITA LAINNYA DI CSR

Meriahkan Jember Fashion Carnaval - Sharp Indonesia Angkat Budaya Madura

Dukung industri kreatif dalam hal ini dunia fashion, PT Sharp Electronics Indonesia memberikan apresiasi terhadap kreatifitas anak-anak muda Indonesia dalam…

Dorong Kontribusi Bagi Lingkungan - Tanoto Bina Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

Mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk peduli keberlanjutan pembangunan, Tanoto Foundation sebagai organisasi filantropi independen di bidang pendidikan terus…

Peduli Keluarga Tidak Mampu - Baby Happy Diapers Salurkan Lebih dari 600 Ribu Popok

Baby Happy Diapers, popok sekali pakai produksi Wings Care melanjutkan program CSR "Baby Happy, Keluarga Happy" dengan menyalurkan lebih dari…