Sukses Atasi Pengangguran - Negara Anggota Unesco Sambut Terobosan Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja, sebuah inovasi Indonesia yang diluncurkan sehari setelah pembatasan mobilitas masyarakat 26 bulan lalu, mendapat sambutan positif dalam International Conference on Adult Education ke-7 (CONFINTEA VII) di Maroko, yang diikuti Negara-negara anggota UNESCO, Jumat pekan lalu (15-17/06).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dalam siaran persnya pada dalam pemaparan program kartu Prakerja mengatakan, sebagai program bantuan tunai bersyarat, Kartu Prakerja tidak hanya membantu pekerja terkena PHK dan memberi mereka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan sebelum kembali bekerja, tapi secara umum juga membantu menciptakan wirausaha.

Insentif yang diberikan setelah mereka menyelesaikan pelatihan, terbukti justru memperkuat daya beli mereka di masa pandemi, karena mayoritas mereka menggunakannya untuk membeli bahan makanan. “Ada sekitar 12,8 juta lebih penerima Kartu Prakerja yang telah terlayani selama 26 bulan pelaksanaan program dan masih berlanjut hingga saat ini. Dimana semuanya dapat diselesaikan melalui smartphone,”ujar Airlangga dalam presentasinya. 

Presentasi yang dipapar Airlangga, ditanggapi dengan baik oleh para perwakilan dari lembaga internasional serta pemimpin internasional dari pembuat kebijakan pendidikan orang dewasa di seluruh dunia.

Menurut Menteri Pendidikan Kepulauan Solomon, Lanelle Olandrea Tanangada,  program ini sangat menarik untuk diterapkan di Kepulauan Solomon. “Program ini menghasilkan rincian spesifik atas persentase berbagai kelompok masyarakat, dan hal ini akan membantu kami mengidentifikasi masyarakat secara individu, tidak hanya di sektor formal, tapi juga mereka yang telah bekerja di sektor lain,”katanya.

Sementara itu, Dr. Niamh O'Reilly, CEO, AONTAS, Organisasi Pembelajaran Orang Dewasa Nasional Irlandia, anggota delegasi Negara Bagian Irlandia dari CONFINTEA VII mengatakan bahwa program Kartu Prakerja telah menjawab tantangan partisipasi pendidikan yang spesifik terhadap kelompok yang terpinggirkan.

Program ini, lanjutnya, menggabungkan tujuan pendidikan, keuangan dan inklusi sosial tanpa mengorbankan kebebasan individu peserta belajar.“Program ini mampu menghadirkan partisipasi penuh dari mereka yang tidak pernah menghadiri pelatihan, memungkinkan individu untuk mengidentifikasi pilihan pendidikan yang sesuai terkait dengan peluang kerja potensial, sambil mendorong partisipasi melalui dukungan moneter yang mempromosikan literasi keuangan,”tuturnya.

 

Direspon Positif Dunia

 

Hal senada juga diungkapkan Senior Adviser (Non-resident), Project on Prosperity and Development Center for Strategic & International Studies (CSIS) Mr. Gabriel Sanchez-Zinny, salut dengan presentasi yang dilengkapi dengan angka, hasil, dan fokus yang nyata pada pencapaian.“Itulah yang kita butuhkan di bidang pendidikan. Prestasi dan rasa urgensi yang membantu pembelajar, terutama untuk yang membutuhkan,” ujar mantan Menteri Pendidikan Buenos Aires, Argentina ini.

Asal tahu saja, program Kartu Prakerja yang dipresentasikan, telah diteliti secara independen, baik oleh peneliti nasional maupun internasional, seperti Bank Dunia, United Nations Development Programme (UNDP dan The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Southeast Asia (J-PAL SEA).

Para peneliti tersebut menilai bahwa Program Kartu Prakerja memiliki konsistensi yang positif. Seperti diketahui Program Kartu Prakerja merupakan gagasan Presiden Joko Widodo, dimana waktu diluncurkannya bertepatan saat menghadapi awal merebaknya Covid-19 di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020. 

Program aplikasi on-demand berbasis web ini menarik minat keikusertaan jutaan warga yang kehilangan pekerjaan terutama mereka yang berada di kelas bawah, misalnya pekerja pabrik dan pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek dan pedagang kaki lima yang kehilangan pelanggan di tengah krisis pembatasan mobilitas nasional. 

Program ini memungkinkan tenaga kerja produktif selektif, berusia antara 18 hingga 64 tahun untuk mendapatkan dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan dan insentif tunai, semuanya melalui perjalanan digital. Dimana pendaftaran dan verifikasi identitas melalui e-KYC (Know-Your-Customer) sesuai standar industri dan diperiksa silang melalui database catatan sipil pemerintah. 

Para peserta dapat mengambil pelatihan online sesuai dengan preferensi masing-masing. Ada seribu lebih jenis pelatihan yang disediakan dari 170 lebih lembaga pelatihan. Setelah mereka menyelesaikan pelatihan, insentif akan ditransfer melalui salah satu rekening bank atau e-wallet pilihan mereka untuk jangka waktu empat bulan. 

Dengan kemampuan digital untuk mendata umpan balik peserta secara berkala, beberapa temuan terkait penerima Kartu Prakerja terlihat inklusif seperti, 49% penerima manfaat adalah perempuan, 3,3% merupakan penyandang disabilitas, 14% lulusan sekolah dasar atau di bawah itu, 62% penerima berasal dari daerah pedesaan, 3%  pekerja purna migran, 90% tidak bekerja saat mendaftar sedangkan 85% dari mereka  bekerja di sektor informal sebagai karyawan atau pemilik usaha kecil. 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Saham Dibeli BEnA, Granostic Berencana Bikin 4 Laboratorium

  NERACA Jakarta – PT Persada Medika Utama dalam hal ini Granostic berencana akan membuka empat laboratorium baru. Langkah itu…

Kementan Gelar ToT Vaksinasi PMK bagi Anggota Polri

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian RI melakukan tindakan nyata antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku [PMK] melalui vaksinasi massal bagi…

Presiden Tunjuk Mendagri Jadi Menpan RB Ad Interim

    NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Saham Dibeli BEnA, Granostic Berencana Bikin 4 Laboratorium

  NERACA Jakarta – PT Persada Medika Utama dalam hal ini Granostic berencana akan membuka empat laboratorium baru. Langkah itu…

Kementan Gelar ToT Vaksinasi PMK bagi Anggota Polri

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian RI melakukan tindakan nyata antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku [PMK] melalui vaksinasi massal bagi…

Presiden Tunjuk Mendagri Jadi Menpan RB Ad Interim

    NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara…