Cilacap Samudera Resmi Akuisisi Saham JLG

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis, PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) berencana membeli 99,97% saham yang telah disetor penuh di PT Jembatan Lintas Global (JLG) senilai Rp 28 miliar. Saham tersebut bakal dibeli dari Ervin Sutioso sebanyak 94,97% senilai Rp 26,6 miliar dan dari Andi Soegiarto sebanyak 5% saham JLG senilai Rp 1,4 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Rencana transaksi yang akan dilakukan merupakan transaksi dengan pihak terafiliasi ASHA, mengingat Ervin Sutioso dan Andi Soegiarto merupakan pihak terafiliasi perseroan. Ervin Sutioso merupakan salah satu pemegang saham ASHA dan Andi Soegiarto adalah suami dari Erlin Sutioso yang juga merupakan pemegang saham ASHA. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha JLG adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran; pengangkutan dan pergudangan.

Adapun JLG telah menjalankan kegiatan usaha dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan. ASHA akan menyelenggarakan RUPSLB di mana atas rencana transaksi tersebut, sesuai dengan RUPSLB dalam pengambilan keputusan, memerlukan persetujuan pemegang saham independen pada 29 Juli 2022.

Cilacap Samudera Fishing Industry bergerak di bidang perikanan, pengolahan ikan, pertambakan, galangan kapal, dan hasil ikan lautnya, serta memperdagangkan hasil tersebut khususnya untuk komoditas ekspor. Perseroan resmi menjadi sebagai perusahaan tercatat (emiten) ke-21 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022.

Dalam penawaran umum, harga yang ditawarkan adalah Rp 100 dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 1,25 miliar saham merepresentasikan 25% kepemilikian publik. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang berasal dari portepel sehingga raihan dana yang diperoleh sebesar Rp 125 miliar.

Perseroan tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar dua kali atau tiga kali lipat dari 2021. Dimana ASHA mencetak pendapatan sebesar Rp 168,40 miliar pada akhir Desember 2021. Dari sisi bottom line, ASHA berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp 894,94 juta.

Direktur Utama ASHA, William Sutioso seperti dikutip kontan pernah mengatakan, berkaca pada kinerja di kuartal pertama ini dan adanya relaksasi di negara konsumennya, ASHA optimistis target tersebut dapat tercapai. Di tambah, waktu dekat ini ASHA akan menandatangani MoU kerja sama dengan pembeli di Australia.”Kami sangat optimistis, ini terlihat dari saat ini kami banyak menerima orderan ekspor, terutama ke benua Amerika dan Australia. Kami yakin, tahun ini ASHA dapat memenuhi target proyeksi pertumbuhan gross revenue kami,” jelasnya.

Saat ini pasar perseroan adalah Asia, yang mana porsi terbesar adalah ke Thailand dan China. Selain itu, ASHA juga mengirim ke Taiwan, Filipina dan Malaysia. Untuk memperkuat bisnisnya, ASHA berencana untuk memperluas jaringan ke negara-negara di benua Australia, Amerika dan Timur tengah. William menilai tingginya permintaan seafood seiring dengan terbukanya akses turis masuk ke negara-negara tersebut.

BERITA TERKAIT

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…