Permintaan Pasar Meningkat - Mark Dyamics Berpeluang Terus Tumbuh

NERACA

Jakarta – Performance kinerja keuangan emiten produsen cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) terbuka lebar untuk terus tumbuh dengan beberapa katalis poistif, seperti produksi sarung tangan yang masih akan terus berlanjut. “Kami percaya bahwa pesanan penjualan akan terus masuk, karena produsen sarung tangan melanjutkan produksi mereka di tengah pandemi yang sedang berlangsung,”kata Analis Mirae Asset Sekuritas, Handiman Soetoyo dalam risetnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, pertumbuhan permintaan sarung tangan akan normal menjadi 15% hingga 20% per tahun, setelah melonjak secara signifikan selama pandemi Covid-19. Lebih lanjut, perseroan juga melakukan inovasi produk cetakan sarung tangan yang tipis dan ringan, dengan fitur konduksi termal lebih tinggi sehingga lebih hemat energi bagi produsen sarung tangan. Saat ini, produk tersebut sudah mencapai 20% dari total produksi, dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun ini.

Inovasi tersebut apabila diiringi dengan harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi maka akan menghasilkan margin yang lebih tinggi. “Ditambah dengan bahan premium perusahaan dibandingkan dengan para pesaing, kami percaya MARK layak mendapatkan ASP dan margin yang unggul,” imbuh Handiman.

Adapun katalis lainnya berasal dari pembangunan pabrik peralatan sanitasi dan pabrik alat penyemprot (sprayer). Rencananya, perseroan akan membangun pabrik alat sanitasi di samping pabrik Dalu 2 untuk memproduksi toilet duduk, dengan rencana capex Rp280 miliar. Pabrik tersebut diproyeksikan dapat memproduksi 1.700 unit per hari, atau sekitar 51.000 unit per bulan. Pabrik alat sanitasi ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dari 3 persen menjadi 10 persen. “Spesifikasi yang unik dari pencetak sarung tangan dan masa penggunaan yang terbatas akan mendorong loyalitas pelanggan, serta pesanan yang berkelanjutan,” imbuh Handiman.

Sebagai catatan, pada 2021 MARK membukukan pertumbuhan pendapatan yang meningkat 111,1 persen secara tahunan menjadi Rp1,2 triliun, dengan laba bersih Rp390,9 miliar. Pada kuartal I/2022, MARK mencatatkan pendapatan yang meningkat 66% year-on-year (yoy) menjadi Rp361,2 miliar dan laba bersih tumbuh yang naik 80,5% secara tahunan menjadi Rp125,1 miliar. Kinerja keuangan perseroan dianggap menjanjikan karena telah mengamankan pesanan penjualan hingga Agustus mendatang.

Adapun katalis lainnya yakni depresiasi rupiah terhadap dolar AS baru-baru ini yang menurut Handiman, memiliki dampak minimal pada margin di tengah impor bahan baku. Pasalnya, pendapatan perseroan menggunakan dolar AS sehingga mendapat dilindungi oleh kebijakan lindung nilai alami. Sebelumnya, Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan, perseroan telah menerapkan strategi dari sisi produksi dan efisiensi sepanjang kuartal I/2022 sehingga mampu meningkatkan kinerja. "Jadi bukan tidak mungkin MARK melipatgandakan kinerja seiring berjalannya tahun 2022," kata Ridwan.

 

BERITA TERKAIT

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…