PT Bukit Asam Bagikan Dividen Rp 7,91 Triliun

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) memutuskan untuk membagikan seluruh laba yang diperoleh sepanjang 2021 menjadi dividen. PTBA sepanjang 2021 mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,91 triliun, atau naik 231% dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,39 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan, pembagian dividen 100% karena melihat cashflow yang ada di PTBA relatif cukup besar sampai akhir tahun kemarin, sekitar Rp13 triliun. "Kalau kita bagikan 100% dari laba Rp7,91 triliun, ini tidak akan mengganggu kondisi cashflow karena relatif untuk pengembanan PTBA ke depan masih tersedia dana yang ada. Dengan pertimbangan itu Direksi dan pemegang saham sepakat dividen 100% kita setujui," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pada 2021 sendiri, PTBA membagikan dividen sebesar Rp835 miliar atau 35% dari total laba bersih pada tahun buku 2020 sebesar Rp2,4 triliun. Adapun, pendapatan usaha pada 2021 mencapai Rp29,26 triliun atau naik sebesar 69% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,33 triliun. Dengan pencapaian tersebut perseroan juga mencatat kenaikan total aset ini sebesar 50% dari sebelumnya Rp24,06 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp36,12 triliun per 31 Desember 2021.

Kata Arsal, pencapaian yang diraih didukung oleh kinerja operasional yang solid di sepanjang 2021 ini seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun nasional yang mendorong naiknya permintaan atas batu bara. Momentum kenaikan harga komoditas batu bara global yang cukup juga turut mendorong pencapaian ini. Sebagai informasi, di kuartal pertama 2022, perseroan berhasil merealisasikan belanja modal atau capex sebesar Rp928 miliar atau 32% anggaran yang dialokasikan.

Direktur Keuangan PTBA, Farida Thamrin menyebutkan bahwa realisasi capex PTBA sampai dengan kuartal I/2022 sudah sekitar 32%. Dimana realisasi capex dibandingkan dengan tahun lalu ada peningkatan 43% dari tahun lalu. “Sebetulnya penyerapan capex bisa di atas 50% terkait setoran modal ke PLTU Sumsel 8. Ini cuma masalah timming," jelasnya.

PTBA mencatatkan produksi batu bara di kuartal pertama 2022 meningkat 40% menjadi 6,34 juta ton, sedangkan volume angkutan batu bara meningkat 16% menjadi 6,17 juta ton. Kenaikan produksi dan volume angkutan batu bara ini diikuti pula oleh kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 18% menjadi 6,97 juta ton. Perseroan menargetkan produksi batu bara sebesar 36,41 juta ton dan target angkutan sebesar 31,50 juta ton untuk 2022. Sedangkan untuk volume penjualan batu bara 2022, perseroan menargetkan peningkatan menjadi 37,10 juta ton.

PTBA membukukan pendapatan Rp8,2 triliun pada kuartal I/2022, melonjak 105,43% year on year (yoy) dari Rp3,99 triliun pada kuartal I/2021. PTBA meraih laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,27 triliun. Laba bersih tersebut melonjak 354,61% yoy dari sebelumnya Rp500,52 miliar. PTBA juga berhasil mengalihkan saham treasuri sejumlah Rp303.148.100 lembar pada harga Rp2.280 per lembar saham dengan dana diterima perseroan diluar biaya pengalihan sebesar Rp691,1 miliar.

 

BERITA TERKAIT

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…