Ketua MPR RI - Sistem Demokrasi Indonesia Dikaji Ulang

Bambang Soesatyo

Ketua MPR RI

Sistem Demokrasi Indonesia Dikaji Ulang

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan sudah saatnya sistem, berbagai desain institusi demokrasi, dan pemerintahan harus dikaji ulang.

"Politik tidak dibiarkan sekadar menjadi perjuangan kuasa demi kuasa," kata Bamsoet di Jakarta dikutip Antara, kemarin.

Namun, menurut dia, politik harus mengemban substansi politiknya dalam rangka menghadirkan berbagai kebijakan yang andal demi memenuhi visi dan misi negara.

"Keberadaban bangsa dalam berdemokrasi menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah negara," kata dia.

Oleh karena itu, Bamsoet mengajak semuanya senantiasa berikhtiar untuk mencari yang terbaik bagi negara agar tata kelola dalam bernegara demokratis dan bisa menghadirkan sistem politik yang baik dengan lahirnya para pemimpin yang dikehendaki rakyat.

Dia mengingatkan maraknya politik transaksional mengikis idealisme dan komitmen politik sebagai sarana perjuangan mewujudkan aspirasi rakyat. Model transisi demokrasi tidak menjanjikan melembaganya demokrasi substansial yang terkonsolidasi.

Dia mengatakan berkembangnya kecenderungan politik identitas dan sentimen primordial dalam kontestasi pemilu merupakan ancaman bagi masa depan demokrasi dan kebinekaan bangsa.

Bamsoet menjelaskan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dilakukan pemilihan langsung kepala daerah, kemudian hubungan bertingkat yang disiplin dari tingkat terbawah hingga tingkat tertinggi tidak kuat lagi. Masing masing kepala daerah lebih mengutamakan konstituen daripada hirarki di atasnya.

"Akibatnya hubungan hirarkis antarpemerintah daerah, kabupaten, dan kota dengan provinsi tidak efektif. Demikian pula antara daerah dan pusat. Berbagai kebijakan di tingkat pusat maupun provinsi tidak efektif dijalankan di tingkat kabupaten dan kota," katanya.

Dia menjelaskan di tengah kenyataan tersebut, maka wajar apabila ada sebagian pihak menilai demokrasi Indonesia di era reformasi justru sedang mengalami stagnasi.

Demokrasi hanya memanjakan para elit politik sehingga rakyat belum merasakan dampak dari demokrasi secara signifikan, terutama terhadap kesejahteraan dan kemakmurannya. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Menteri ATR/BPN - Tingkatkan Sinergi Berantas Mafia Tanah

Hadi Tjahjanto Menteri ATR/BPN Tingkatkan Sinergi Berantas Mafia Tanah Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi…

Menparekraf - Desa Wisata Menjadi Program Unggulan

Sandiaga Salahuddin Uno Menparekraf Desa Wisata Menjadi Program Unggulan Wonosobo - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan…

Menkominfo - Talenta Muda Tingkatkan Kecakapan Digital

Johnny G. Plate Menkominfo Talenta Muda Tingkatkan Kecakapan Digital Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mendorong talenta…

BERITA LAINNYA DI

Menteri ATR/BPN - Tingkatkan Sinergi Berantas Mafia Tanah

Hadi Tjahjanto Menteri ATR/BPN Tingkatkan Sinergi Berantas Mafia Tanah Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi…

Menparekraf - Desa Wisata Menjadi Program Unggulan

Sandiaga Salahuddin Uno Menparekraf Desa Wisata Menjadi Program Unggulan Wonosobo - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan…

Menkominfo - Talenta Muda Tingkatkan Kecakapan Digital

Johnny G. Plate Menkominfo Talenta Muda Tingkatkan Kecakapan Digital Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mendorong talenta…