Penjualan Mayora Indah Terkoreksi 3,41%

NERACA

Jakarta – Kuartal pertama 2022, emiten konsumer PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) membukukan penjualan bersih sebesar Rp7,58 triliun atau naik 3,41% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,33 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan tidak audit di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, penjualan lokal meningkat 7,7% dari Rp4,35 triliun menjadi Rp4,69 triliun pada kuartal I/2022. Kontribusinya pun masih dominan setara 61,5% penjualan. Adapun, penjualan ekspor turun tipis menjadi Rp2,93 triliun dari Rp2,98 triliun pada kuartal pertama tahun lalu. Kontribusinya setara 38,5% penjualan. Sayangnya, beban pokok penjualan emiten produsen Kopiko ini juga melesat 14,98% dari Rp5,16 triliun pada kuartal I/2021 menjadi Rp5,93 triliun pada kuartal I/2022.

Kemudian beban pokok penjualan yang meningkat terutama karena kenaikan biaya bahan baku dan pembungkus yang digunakan dari Rp3,94 triliun pada 3 bulan 2021 menjadi Rp4,72 triliun pada 3 bulan 2022 atau naik 19,57%. Biaya produksi tidak langsung juga naik menjadi Rp799,49 miliar dari Rp760,9 miliar. Sementara, beban pokok tenaga kerja langsung turun tipis menjadi Rp374,93 miliar dari Rp377,3 miliar. Perseroan juga meningkatkan produksi persediaan barang jadi menjadi Rp451,54 miliar yang menambah beban pokok perseroan. Hasilnya, laba kotor perseroan tergerus 25,03% menjadi Rp1,65 triliun pada 3 bulan pertama bulan ini.

Beban usaha juga meningkat menjadi Rp1,21 triliun dari Rp1,17 triliun. Hasilnya, laba usaha periode 3 bulan pertama 2022 turun dari Rp996,13 miliar menjadi Rp441,53 miliar. Dengan demikian, jumlah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 62,81% menjadi Rp306 miliar per kuartal I/2022 dibandingkan dengan Rp822,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, posisi aset MYOR naik menjadi Rp22,07 triliun per 31 Maret 2022 dibandingkan dengan Rp19,91 triliun pada akhir tahun lalu. Kenaikan terutama karena naiknya posisi kas dan setara kas menjadi Rp4,36 triliun dari Rp3 triliun. Hal ini sejalan dengan naiknya jumlah liabilitas perseroan menjadi Rp10,4 triliun per Maret 2022 dari Rp8,55 triliun pada akhir 2021.

Perseroan mencatatkan kenaikan utang obligasi dari Rp841 miliar menjadi Rp2,33 triliun seiring penerbitan obligasi baru perseroan. Sementara itu, posisi ekuitas perseroan naik tipis menjadi Rp11,67 triliun per 3 bulan pertama 2022 dari Rp11,36 triliun per akhir tahun 2021. Sebagai informasi, perseroan akan ekspansi kapasitas produksi. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan dalam negeri yang semakin meningkat seiring dengan pemulihan perekonomian yang terjadi saat ini.

Corporate Media Coordinator PT Mayora Indah Tbk, Ronald Atmadja pernah bilang, seiring dengan kondisi dunia yang mulai pulih dari Covid-19, aktivitas dan mobilitas masyarakat dunia kembali bergerak. Hal ini mendorong pemulihan ekonomi dan mengembalikan daya beli masyarakat. Alhasil, meningkatkan permintaan produksi. Ditambah lagi, hadirnya inovasi berupa produk baru dan tahun ini diperkirakan minimal akan ada lima produk baru yang diluncurkan.

 

 

BERITA TERKAIT

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Jadi Pengedali Baru - Delta Wibawa Tengah Tender Wajib Saham LUCY

NERACA Jakarta – Bakal menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang merupakan emiten…

Cari Modal Lewat Right Issue - Panorama Bakal Lepas 1,2 Miliar Saham Baru

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai pengembangan bisnis dan termasuk melunasi utang di tengah kembali menggeliatnya industri pariwisata pasca pandemi,…

Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua…