Peringkat Obligasi MTF Naik ke idAAA

 

 

NERACA

Jakarta - PT Mandiri Tunas Finance (MTF), perusahaan multifinance anak usaha bank BUMN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengungkapkan bahwa peringkat obligasinya naik dari "idAA+" menjadi "idAAA" dengan outlook stabil.

Peningkatan rating obligasi MTF berdasarkan penilaian PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini merupakan pencapaian terbaik MTF setelah sebelumnya selama lima tahun terakhir mendapatkan peringkat "idAA+".

"Ini merupakan salah satu prestasi yang diperoleh MTF, karena dalam 5 tahun terakhir mendapatkan peringkat 'idAA+' dan tahun ini melesat menjadi peringkat 'idAAA/stable'. Kami akan terus berkomitmen dalam menjaga dan mempertanggung jawabkan hasil rating tersebut ke depannya," kata Direktur Utama MTF Pinohadi G Sumardi dalam pernyataannya, Kamis (12/5).

Sementara Direktur Keuangan MTF R Eryawan Nurhariadi mengharapkan MTF bisa terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan para stakeholder dan shareholder. "Kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik ke depannya,” katanya.

Naiknya peringkat MTF menjadi "idAAA/stable" dikarenakan adanya dukungan Bank Mandiri (Persero) sebagai pemegang saham pengendali yang tercermin melalui peningkatan dari segi joint finance dan kolaborasi bisnis serta dukungan dari PT Tunas Ridean Tbk.

Hal tersebut menjadikan PT Mandiri Tunas Finance memiliki posisi bisnis yang sangat kuat di industri pembiayaan otomotif. Dukungan dari induk perusahaan tersebut menjadikan MTF memiliki likuiditas serta fleksibilitas keuangan yang kuat.

Obligor berperingkat "idAAA" merupakan peringkat tertinggi yang diberikan PEFINDO. Kemampuan MTF untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya adalah superior. Peringkat ini berlaku untuk periode 9 Mei 2022 sampai dengan 1 Mei 2023.

"MTF terus bertekad menjadi perusahaan multifinance terdepan dengan berbagai strategi dan selalu berusaha menjalankan komitmen untuk terus memberikan performance yang terbaik. Dengan naiknya rating MTF dari Pefindo di tahun 2022 ini, semoga dapat terus menciptakan branding MTF yang positif serta meningkatkan kepercayaan dari para customer terhadap MTF," kata William Francis Indra selaku Direktur Sales & Distribution MTF.

BERITA TERKAIT

Kredit Macet Perusahaan Tambang di Bank BUMN, MAKI Sebut Masuk Kategori Korupsi

  NERACA Jakarta – Industri perbankan masih memberikan pendanaan untuk industri batubara, bahkan jumlahnya mencapai Rp 89 triliun.  Bahkan muncul…

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Jaga Kecukupan Pasokan Bahan Bakar

NERACA Sumatera Selatan - Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan kecukupan pasokan bahan bakar minyak/gas terjaga khususnya selama…

Perlu Kolaborasi Wujudkan Pilar Ketiga Muhammadiyah

Selain berkolaborasi dengan berbagai pihak eksternal seperti BUMN dan Swasta dalam mengembangkan pilar ketiga (bidang ekonomi) Muhammadiyah, Jaringan Saudagar Muhammadiyah…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Kredit Macet Perusahaan Tambang di Bank BUMN, MAKI Sebut Masuk Kategori Korupsi

  NERACA Jakarta – Industri perbankan masih memberikan pendanaan untuk industri batubara, bahkan jumlahnya mencapai Rp 89 triliun.  Bahkan muncul…

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Jaga Kecukupan Pasokan Bahan Bakar

NERACA Sumatera Selatan - Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan kecukupan pasokan bahan bakar minyak/gas terjaga khususnya selama…

Perlu Kolaborasi Wujudkan Pilar Ketiga Muhammadiyah

Selain berkolaborasi dengan berbagai pihak eksternal seperti BUMN dan Swasta dalam mengembangkan pilar ketiga (bidang ekonomi) Muhammadiyah, Jaringan Saudagar Muhammadiyah…