CLEO Bukukan Laba Bersih Rp 45,8 Miliar

NERACA

Jakarta – Kuartal pertama 2022, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) bukukan laba bersih meningkat 9% menjadi Rp 45,8 miliar dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang dari penjualan yang juga naik hingga 30% menjadi Rp 307,7 miliar. Pertumbuhan sejalan dengan peningkatan kualitas pada setiap produk dari perseroan.

Wakil Direktur Sariguna Primatirta, Melisa Patricia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pertumbuhan penjualan ini tidak lepas dari prospek air minum dalam kemasaran (AMDK) yang terus bergeliat dan ditambah dengan lonjakan permintaan air minum pada momentum saat ini. “Oleh karena itu, kami berkomitmen akan terus menambah pabrik dan kapasitas produksi agar CLEO dapat terus memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Indonesia,” jelasnya.

CLEO mempunyai dua produk yang ditawarkan kepada masyarakat yaitu botol dan non-botol. Melihat pertumbuhan AMDK yang positif, produk non-botol masih menjadi kontributor utama bagi penjualan CLEO, yaitu sebesar 51% pada kuartal-I 2022. Sementara kontribusi penjualan pada segmen botol meningkat menjadi 48% pada Kuartal-I 2022 dibandingkan tahun lalu yaitu 41%.

Lebih lanjut, kinerja positif ini juga merupakan hasil kerja keras dari perseroan dengan terus menambahkan pabrik baru yang berada di luar wilayah Jawa, yaitu Sumatera dan Kalimantan. Untuk diketahui, perseroan tengah membangun 3 pabrik baru yang diproyeksikan rampung pada tahun 2022. Masing-masing pabrik tersebut diproyeksikan berkapasitas hingga 100 juta liter per tahun. 

Aksi korporasi tersebut sejalan dengan tingginya permintaan air kemasan dan sebagai antisipasi perseroan atas lonjakan permintaan tersebut. Adapun sebelum ekspansi rampung, CLEO memiliki 27 pabrik pengolahan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan jaringan distribusi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, diantaranya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua dengan total jaringan sebanyak 200 distributor internal dan 1.515 total distributor eksternal. 

Bahkan, Melisa juga menuturkan dengan prospek bisnis yang cerah dan terus meningkatnya permintaan akan air minum. Kedepan CLEO tidak hanya menambah pabrik dan kapasitas melainkan menambah jaringan distribusi baik distributor internal maupun eksternal. “Diharapkan dengan semakin tersebarnya produk dan jaringan distribusi CLEO, dapat menambah semakin banyaknya market share dan memberikan CLEO untuk terus mencari peluang baru sehingga optimis dapat memberikan kinerja lebih baik lagi hingga akhir tahun ini,”kata Melisa.

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…