Sektor Perikanan Belum Digarap Optimal

NERACA

 

Jakarta – Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki laut yang sangat luas dengan potensi sumberdaya ikan yang sangat besar. Namun, begitu besarnya potensi sumber daya ikan baik di perairan Indonesia maupun di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) yang belum digarap secara optimal.

“Sumber daya ikan laut Indonesia yang kaya menarik banyak nelayan dari negara lain yang datang untuk menangkap ikan di laut kita atau illegal fishing,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto melalui keterangan tertulisnya, kemarin (10/7).

Selain memiliki sumber daya ikan laut, kata Yugi, Indonesia juga memiliki potensi sumber daya ikan darat yang sangat besar, karena Indonesia memiliki lahan kosong yang sangat luas serta memiliki sumber daya air yang berlimpah, seperti di wilayah Indonesia Timur, yang dapat di gunakan untuk membangun budidaya perikanan darat atau tambak.

“Potensi perikanan kita besar, maka sudah seyogyanya sektor perikanan  dapat menjadi andalan  utama ekonomi  Indonesia, dan seharusnya juga bisa menjadi salah satu produsen ikan terbesar  yang disegani di dunia,” ungkapnya.

Dalam Industri perikanan, lanjut Yugi, perlu diciptakan nilai tambah (value added) agar hasil dari sektor perikanan dapat diperoleh hasil yang maksimal. Nilai tambah tersebut akan dapat di capai apabila industri perikanan dibuat terpadu (Integrated Fishery Industry), di mana proses pengolahan ikan mulai dari sejak ditangkap diatas kapal, proses di darat hingga di ekspor dilakukan dengan baik.

Untuk itu, produk ikan harus diolah dalam suatu industri modern yang dapat menghasilkan ikan yang segar serta produk-produk  perikanan seperti Surimi, Tempura, Ikan kaleng serta produk perikanan lain yang memiliki nilai tambah.

Prospek Cerah

Menurut Yugi, usaha perikanan memiliki prospek atau masa depan yang cerah. Namun, selama ini Indonesia masih belum bisa mengelola sumber daya perikanan baik laut maupun darat. “Faktor utama yang menyebabkannya adalah masih kurangnya sumber daya manusia di bidang perikanan yang terampil, yang memiliki jiwa wirausaha di bidang perikanan yang dapat mengelola seluruh potensi perikanan Indonesia,” ungkap Yugi.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa profesi nelayan masih di anggap oleh masyarakat sebagai profesi yang kurang  menarik, bahkan para sarjana perikanan pun lebih suka bekerja di  Bank atau sektor non perikanan lainnya dari pada bekerja di sektor perikanan.

Upaya untuk memajukan usaha  perikanan terutama dalam membangun SDM Perikanan yang terampil, Kadin akan mendirikan sekolah untuk pendidikan dan latihan industri perikanan yang sedang dalam proses pembangunan di Pulau Seram Maluku. “Sekolah ini untuk mendidik para generasi muda dalam menguasai bidang perikanan yang bukan hanya secara teknis tetapi juga sebagai wira usaha atau entrepreneur di bidang perikanan,” kata Yugi.

Pendidikan Perikanan

Melalui pendidikan itu, pihaknya berharap agar generasi muda tertarik untuk berprofesi di bidang perikanan baik sebagai tenaga terampil maupun sebagai pengusaha perikanan sehingga dimasa datang akan banyak generasi muda yang kompeten yang terjun ke bidang usaha perikanan, sehingga usaha perikanan bisa maju dengan pesat dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Dalam pelaksanaan program ini, Kadin akan bekerjasama dengan Institute Pertanian Bogor dan Universitas Pattimura Ambon yang akan menyiapkan materi  teori pelajaran. Sementara untuk bangunan sekolah, asrama, fasilitas praktek, kapal praktek serta fasilitas lainnya dari kerjasama dengan perusahaan swasta,” ujar Yugi.

Sementara itu, alasan dipilihnya Pulau Seram untuk menjadi lokasi Sekolah Pendidikan dan Latihan Industri Perikanan adalah karena lokasi geografis yang strategis di mana Pulau Seram terletak di tengah kawasan timur Indonesia yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Pulau Seram bisa menjangkau seluruh laut di Indonesia Timur untuk praktek lapangan, memiliki sumber daya perikanan laut yang berlimpah, memiliki tambak udang yang dapat digunakan untuk praktek,  telah tersedia pula berbagai fasilitas dan infrastruktur lainnya untuk praktek para siswa-siswi, sekaligus memperkenalkan Indonesia Timur kepada seluruh bangsa Indonesia,” pungkas Yugi.

BERITA TERKAIT

Bimtek Meningkatan Kompetensi Perajin Batik

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Indonesia aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kompetensi para perajin batik…

PGN SAKA Kejar Penyelesaian dan Efisiensi Proyek Lapangan Sidayu

NERACA Jakrta - PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang…

Pemerintah Menekan Impor Bahan Baku Farmasi

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (kemenperin) terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri…

BERITA LAINNYA DI Industri

Bimtek Meningkatan Kompetensi Perajin Batik

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Indonesia aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kompetensi para perajin batik…

PGN SAKA Kejar Penyelesaian dan Efisiensi Proyek Lapangan Sidayu

NERACA Jakrta - PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang…

Pemerintah Menekan Impor Bahan Baku Farmasi

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (kemenperin) terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri…