Dewan Sarankan Pemda untuk Genjot PAD - Alokasi Dana Transfer Daerah Kota Sukabumi Menurun

NERACA

Sukabumi - Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi meminta, kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) setempat, untuk menggali semua potensi - potensi yang sangat mungkin bisa ditingkatkan. Hal itu dikarenakan, jatah dana transfer daerah dari Pememerintah Provinsi Jawa Barat yang dialokasikan untuk Kota Sukabumi alami penurunan yang luar biasa.

Dimana kata Fahmi, tahun ini hanya kebagian sekitar Rp9miliar. Sedangkan tahun sebelumnya Kota Sukabumi diganjar mencapai Rp80 miliar."Kurangnya sangat cukup besar. Wlalaupun ini baru asumsi. Tapi, bayangin saja dari Rp80 miliar menjadi Rp9 miliar. Namun, mudah-mudahan ada penambahan lagi," ujar Fahmi, usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Citamiang, di Taman Cikondang, Kota Sukabumi, Kamis (20/1).

Sedangkan untuk dana transfer daerah dari pemerintah pusat, lanjut Fahmi, hingga saat ini pihaknya belum menerima kejelasan secara pasti, berapa anggaran yang dialokasikan untuk Kota Sukabumi."Dari pusat belum ada kejelasan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita sudah mendapat kepastian," terangnya.

Fahmi juga menuturkan, jika pengurangan dana tranfer daerah tersebut, pihaknya harus berupaya keras. Diantaranya, memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi daerah."Makanya saya meminta kepada BPKPD untuk mengoptimalkan semua potensi daerah. Meskipun, ini tidak akan mudah dalam kondisi pandemi ini. Tapi kita akan coba," ucapnya.

Permasalahan tersebut juga ditanggapi oleh salah satu Anggota DPRD kota Suakbumi, Yunus Suhandi, menurutnya pihak Pemkot Sukabumi dapat melakukan pendekatan, baik secaara politisi, ataupun diplomat ke Pemeirntah pusat.

"Saya menyarankan saja agar pemda bisa melakukan pendekatan ke pusat, terkait dana tranfer daerah tersebut," kata Politisi asal Fraksi Golkar tersebut.

Diluar itu, Yunus meyakini jika Pemkot Sukabumi dapat mendorong kepada instansi terkait khususnya, dinas-dinas penghasil untuk lebih menggenjot PAD."Insyaallah, Pak Wali beserta jajaran dapat mendorong dinas terkait untuk menggenjot PAD," pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

WEF 2022 Bahas Ekonomi Digital, John Riady: Dominasi Asean Semakin Besar, Indonesia Harus Siap

NERACA Jakarta - World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 yang dihelat di Davos, Swiss, kembali membahas pentingnya teknologi digital…

Kontroversi Merger BTN Syariah dan BSI

NERACA Jakarta - Industri perbankan syariah dalam beberapa hari ke belakang tengah ramai akibat kontoversi merger BTN Syariah dan BSI.…

Di Forum Global, DRRC UI Ungkap Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

NERACA Bali - Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dengan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

WEF 2022 Bahas Ekonomi Digital, John Riady: Dominasi Asean Semakin Besar, Indonesia Harus Siap

NERACA Jakarta - World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 yang dihelat di Davos, Swiss, kembali membahas pentingnya teknologi digital…

Kontroversi Merger BTN Syariah dan BSI

NERACA Jakarta - Industri perbankan syariah dalam beberapa hari ke belakang tengah ramai akibat kontoversi merger BTN Syariah dan BSI.…

Di Forum Global, DRRC UI Ungkap Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

NERACA Bali - Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dengan…