KJRI Ho Chi Minh City Siap Kembangkan SDM Industri

NERACA

Vietnam - Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas Indonesia saat ini. Besarnya jumlah penduduk usia muda dalam konteks bonus demografi harus disikapi dengan penyiapan generasi muda yang produktif dan kreatif.

Demikian disampaikan Konjen RI Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan saat bertemu dengan Presiden An Giang University (AGU), Associate Prof. Dr. Vo Van Thang beserta jajaran civitas akademika AGU di Long Xuyen, Provinsi An Giang, Viet Nam.

“Kerjasama di bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan industri dan teknologi 4.0 perlu lebih ditingkatkan," ungkap Agustaviano mengutip KJRI Ho Chi Minh City.  

Sementara itu menurut Associate Prof. Dr. Vo Van Thang, AGU sudah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negara lainnya, termasuk Indonesia. Beberapa kesepakatan kerjasama yang telah terlaksana diantaranya dengan Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Andalas, Padang, khususnya di bidang penerapan teknologi untuk pertanian, kelautan dan lingkungan hidup.

Pertukaran dosen dan mahasiswa antar kedua negara bahkan masih terus berlanjut meskipun terkendala pandemi. Di periode Januari-Juni 2022 terdapat sejumlah mahasiswa dari Medan, Indonesia yang sedang mengikuti program pertukaran secara online di AGU.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI juga menyatakan kesediaannya menjembatani kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan perusahaan. Dari 40 perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Viet Nam, 30 diantaranya berada di Viet Nam Selatan yang menjadi wilayah kerja KJRI Ho Chi Minh City. Perusahaan Indonesia dimaksud telah banyak berkontribusi menyerap lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal di Viet Nam.

Kedepan, KJRI Ho Chi Minh City siap memfasilitasi berbagai peluang kerja sama AGU dengan Perguruan Tinggi dan/atau Universitas di Indonesia, khususnya di bidang industri dan teknologi. Kerjasama di bidang pendidikan juga akan mendorong peningkatan hubungan people-to-people yang lebih baik antara RI-Viet Nam.

Lebih lanjut, kesiapan dan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk menjawab tantangan di sektor industri manufaktur pada era perkembangan teknologi digital yang semakin maju dan canggih saat ini. Selain itu, juga diperlukan kesiapan dan kemampuan SDM untuk beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Atas dasar itulah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga terus mendukung pengembangan SDM Industri agar bisa berdaya saing dalam era Industri 4.0. SDM berperan penting dalam mendukung aktivitas industri sehingga bisa lebih produktif, inovatif dan kompetitif. Selain itu, SDM perlu memiliki skill untuk dapat mengoperasikan teknologi terkini.

“Implementasi industri 4.0 tidak lepas dari keahlian tenaga kerja industri dalam penerapannya, karenanya Kemenperin mendorong peningkatan kualitas SDM industri, salah satunya melalui reskilling dan upskilling,” tambah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Lebih lanjut, menurut Agus, implementasi Industri 4.0 yang masih menghadapi tantangan memacu Kemenperin untuk berupaya meningkatkan tingkat adopsi industri 4.0. Pasalnya, saat ini baru sekitar 21% industri yang mengadopsi teknologi industri 4.0, namun 79% di antaranya masih dalam tahapan uji coba (pilot) tanpa melakukan scale up.

Disisi lain, karena itu jugalah Kemenperin mendirikan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri (PIDI 4.0) untuk memberikan pengalaman langsung dan pendampingan kepada industri dalam penerapan industri 4.0.

“PIDI 4.0 akan menjadi pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai,” jelas Agus.

Agus menjelaskan, PIDI 4.0 merupakan pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai. “PIDI 4.0 memiliki visi sebagai solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia dan Jendela Indonesia 4.0 untuk dunia,” jelas Agus.

Sebelumnya, Agus Gumiwang Kartasasmita pun mengungkapkan, “sebagai bentuk upaya mendorong industri tumbuh dan berkembang, pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Salah satu dari 10 agenda program prioritas nasional dalam Making Indonesia 4.0 adalah peningkatan kualitas SDM.”

 

 

BERITA TERKAIT

FOSBBI Acungi Jempol Salah Satu Anggotanya Bertransformasi Menjadi Produsen Ubin Keramik

FOSBBI ‘ Acungi Jempol’ Salah Satu Anggotanya Bertransformasi Menjadi Produsen Ubin Keramik NERACA Jakarta - Forum Suplier Bahan Bangunan Indonesia…

Perempuan Indonesia Didorong Majukan Sektor Parekraf

NERACA Jakarta - Kementerian Pasriwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak Perempuan Indonesia Mandiri (PIM)…

Pemerintah Dorong Perluasan Industri

NERACA Jakarta - Dalam momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi saat ini, industri merupakan salah satu sektor produktif yang memainkan peran…

BERITA LAINNYA DI Industri

FOSBBI Acungi Jempol Salah Satu Anggotanya Bertransformasi Menjadi Produsen Ubin Keramik

FOSBBI ‘ Acungi Jempol’ Salah Satu Anggotanya Bertransformasi Menjadi Produsen Ubin Keramik NERACA Jakarta - Forum Suplier Bahan Bangunan Indonesia…

Perempuan Indonesia Didorong Majukan Sektor Parekraf

NERACA Jakarta - Kementerian Pasriwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak Perempuan Indonesia Mandiri (PIM)…

Pemerintah Dorong Perluasan Industri

NERACA Jakarta - Dalam momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi saat ini, industri merupakan salah satu sektor produktif yang memainkan peran…