Sentimen Positif Vaksin Booster - Itama Ranoraya Incar Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih prospektinya bisnis alat kesehatan di tahun ini menjadi optimisme bagi PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) bakal mencatatkan pertumbuhan bisnis. Dimana perseroan pada tahun ini menargetkan penjualan sebanyak Rp 2 triliun, atau meningkat 48,15% dari proyeksi penjualan tahun 2021 sebesar Rp 1,35 triliun.

Disampaikan Direktur Strategi sekaligus Relasi Investor Itama Ranoraya, Henry F Jusuf, pertumbuhan penjualan akan ditopang oleh penjualan produk kesehatan yang masih positif.”Secara tahunan perseroan memproyeksikan penjualan jarum suntik akan meningkat pada kisaran 25%-35% seiring dengan adanya rencana booster vaksinasi covid-19 dari pemerintah. Selain itu, peningkatan penjualan juga akan ditopang oleh keperluan lain seperti imunisasi reguler yang terus berjalan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk booster vaksinasi, dipastikan perseroan akan full force tahun ini karena sifatnya yang time sensitif. Saat ini, jarum suntik perseroan sudah relevan dengan jumlah vaksin yang sudah ada sehingga kami tinggal menunggu deployment saja karena jarum suntik dan vaksinnya itu sudah menjadi satu kesatuan alias paket.

Henry menambahkan, secara komposisi kontribusi dari penjualan jarum suntik auto disable syringe terhadap total penjualan IRRA sebesar 20% hingga 22% sedangkan sisanya disumbang oleh produk-produk lainya baik electromedical dan non- electromedical. Untuk jarum suntik yang dijual oleh perseroan merupakan hasil produksi dari PT Oneject Indonesia yang saat ini sedang dalam proses akuisisi oleh perseroan.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan  menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha mencapai 130%. Sejalan, dengan tingginya kebutuhan produk perseroan untuk vaksinasi dan kebutuhan alat kesehatan lainya. Direktur Utama Itama Ranoraya, Heru Firdausi Syarif pernah bilang, tahun ini perseroan memproyeksikan permintaan produk-produk pandemi seperti rapid test atau jarum suntik masih akan tinggi.

Terlebih, pemerintah juga berencana melakukan booster vaksinasi yang akan menopang pertumbuhan permintaan perseroan.“Salah satu contohnya yakni pengetatan perjalanan dari dan menuju luar negeri pada akhir tahun 2021. Tahun berikutnya, pemberian vaksin ini bisa saja jadi kegiatan yang rutin, bahkan pada anak baru lahir sekalipun,” jelasnya.

Heru menambahkan, booster vaksinasi  yang sebelumnya disebutkan juga akan menopang permintaan jarum suntik yang disuplai oleh Oneject dan didistribusikan oleh perseroan. Bahkan, perseroan memproyeksikan permintaan jarum suntik itu akan sama jumlahnya dengan tahun 2021.

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…