SAME Raih Pinjaman Rp 1 Triliun dari HSBC

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) meraih fasilitas kredit sebesar Rp 1 triliun dari PT Bank HSBC Indonesia. Perjanjian kredit tersebut dilakukan pada 17 Januari 2022 dengan jatuh tempo dalam 60 bulan.

Corporate Secretary Sarana Meditama Metropolitan, Rahmiyati Yahya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, fasilitas kredit tersebut akan dialokasikan untuk operasional perseroan terkait kegiatan usaha perseroan, yakni untuk penyediaan jasa kesehatan.”Perseroan akan menggunakan fasilitas kredit tersebut untuk keperluan modal kerja, atau rencana akuisisi atau investasi, atau kegiatan usaha kerja dan pengeluaran operasional Perseroan, sepanjang hal tersebut terkait dengan kegiatan usaha penyediaan jasa kesehatan," ujarnya.

Rahmiyati menyampaikan, tidak terdapat dampak yang material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan operasional SAME. Hingga kuartal tiga 2021, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk yang merupakan Grup Emtek mencatat pertumbuhan tertinggi secara persentase. Dimana emiten pengelola rumah sakit Omni Hospital ini mencatat pendapatan Rp 986,88 miliar hingga kuartal III 2021. Realisasi pendapatan ini tumbuh 101,235 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 490,40 miliar.

Perseroan juga mencetak laba bersih Rp 147,17 miliar hingga kuartal III 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan alami rugi Rp 457,65 miliar. Sementara anak usahanya yang juga dibisnis yang sama, PT Kedoya Adyaraya Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan mencapai 75,09% menjadi Rp 345,61 miliar hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 197,38 miliar. Perseroan juga mencatat laba bersih naik 1.138%  menjadi Rp 69,67 miliar hingga kuartal III 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya Rp 5,62 miliar.

Dalam rangka mengejar pertumbuhan bisnisnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk terus melancarkan rencana akuisi rumah sakit di kota besar Indonesia. Untuk aksi korporasi tersebut, perseroan mendapatkan suntikan dana segar. Dengan ekspansi perseroan diharapkan kinerja keuangan bakal membaik sehingga menjadi sentimen positif baru bagi para investor. Aksi korporasi ini diperkirakan mengerek saham perseroan ke level target Rp 800.

 

 

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…