Pemprov Sulteng Minta Program CSR Tangani Stunting

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta kepada setiap perusahaan yang berinvestasi agar mengarahkan dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility atau CSR) untuk penanganan stunting/kekerdilan di wilayah itu.”Tanggung jawab sosial perusahaan dapat disinergikan dalam penanganan stunting di setiap desa,"kata Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, di Palu, kemarin.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh, di mana tinggi badan anak tidak berbanding lurus dengan usianya. Stunting juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Perusahaan dapat bekerjasama dengan pemerintah desa melibatkan PKK di tingkat desa, untuk penanganan stunting, lewat strategi pembangunan kualitas hidup keluarga dan kualitas kesehatan rumah tangga.

Disamping itu, gubernur Rusdy Mastura juga meminta kepada OPD terkait, dan pemerintah di tingkat kabupaten dan kota, agar menguatkan komitmennya dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, katanya, program-program yang dimiliki oleh Pemprov Sulteng dan pemerintah kabupaten/kota, agar disinergikan, sehingga penanganan stunting dapat berjalan secara optimal.”Stunting di Sulteng bisa kita atasi, bila kita memiliki komitmen yang kuat, dan kerja sama yang baik lewat sinergitas program. Stunting harus kita keroyok bersama,"ujarnya.

Dia juga mengatakan, penanganan masalah stunting harus diintervensi berbasis desa. Karena itu, program-program penanganan, harus diarahkan pada lokasi fokus penanganan stunting yang sudah ditetapkan antara lain Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong. Berdasarkan data Status Survei Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Sulteng berada diperingkat ke 8 secara nasional, dengan angka stunting tinggi prevelensi sebesar 29,7%. Begitu pun dengan angka wasting sebesar 9,4%, yang menggiring Sulteng masuk dalam kategori gizi akut kronis.

Sebelumnya Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Maria Ernawati pernah bilang, penurunan angka stunting diperlukan kerjasama dari semua  steakholder terkait.”Masing-masing Kementerian telah memiliki langkah intervensi, di Sulawesi Tengah sendiri kami harapkan juga melalui Bapak Gubernur karena dibutuhkan kerjasama agar manfaatnya bisa maksimal hingga ke tingkat keluarga. Penyatuan harus dikawal, apakah keluarga yang rentan stunting ini mendapatkan intervensi atau tidak, dengan pendampingan" ,jelas Maria.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, ada faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan stunting, seperti masalah gizi,  perilaku hidup sehat, fasilitas sanitasi dan air bersih, budaya, dan menikah di usia muda. Sehingga untuk penurunan angka stunting harus  melalui beberapa pendekatan. 

BKKBN  sendiri melakukan pendekatan keluarga seperti perilaku hidup sehat, pola asuh dan beberapa langka lainnya yang telah dilakukan selama ini.”Secara berkala per tiga bulan Kami akan melaporkan terkait perkembangan penanganan stunting di Wilayah Sulawesi Tengah, sehingga perkembanganya akan terus dipantau guna mengetahui langka yang akan ditempuh selanjutnya.” Paparnya.

Langkah inipun disambut Gubernur Sulawesi Tengah,karena untuk menekan kasus Stunting di Sulteng harus menerapkan sistem keroyokan dimana seluruh pemangku kebijakan bisa bergerak secara bersama-sama. “Untuk menurunkan angka Stunting pemangku kebijakan yang ada di daerah udapat merapatkan barisan dan bergerak bersama menyusun strategi percepatan penurunan stunting sehingga masyarakat dan keluarga Sulawesi Tengah bisa sejahtera" ,harapnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Peduli Kelestarian Lingkungan - PT Pupuk Kaltim Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Bontang

Menjaga keseimbangan bisnis dengan lingkungan selalu ditekankan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Maka dalam rangka memperingati…

Dukung Penguatan Ekonomi - WINGS Group Bantu Potensi UMKM Bangka Belitung

Mendukung dan memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi komitmen Wings Group Indonesia dalam mendukung gerakan nasional Bangga…

Inovasi Ramah Lingkungan - Semen Baturaja Budidaya Lebah di Lahan Bekas Tambang

Selalu menjaga dan menekan potensi kerusakan lingkungan lebih besar lagi terus menjadi perhatian PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) dalam…

BERITA LAINNYA DI CSR

Peduli Kelestarian Lingkungan - PT Pupuk Kaltim Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Bontang

Menjaga keseimbangan bisnis dengan lingkungan selalu ditekankan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Maka dalam rangka memperingati…

Dukung Penguatan Ekonomi - WINGS Group Bantu Potensi UMKM Bangka Belitung

Mendukung dan memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi komitmen Wings Group Indonesia dalam mendukung gerakan nasional Bangga…

Inovasi Ramah Lingkungan - Semen Baturaja Budidaya Lebah di Lahan Bekas Tambang

Selalu menjaga dan menekan potensi kerusakan lingkungan lebih besar lagi terus menjadi perhatian PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) dalam…