Meski Pandemi, Penjualan Hasston Tumbuh 64%

 

NERACA

Jakarta - Pasar tools atau perkakas telah mendapatkan tempat tersendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagaimana tidak, kendati terbilang cukup segmented, namun jenis perkakas yang ditawarkan sangat banyak, bahkan dibutuhkan untuk memenuhi hampir segala kebutuhan di dalam rumah.

Perlu diketahui, tools atau perkakas tidak hanya sebatas peralatan tukang atau bangunan, seperti bor listrik, gergaji, waterpass, grinder dan lainnya, tapi juga termasuk gembok, meteran, obeng, gunting, pisau, cutter dan masih banyak lagi. Tetapi memang ada tools/perkakas khusus untuk tukang dan profesional serta industri-industri yang menggunakan heavy duty tools.

Karena itu, perkembangan pasar tools di Indonesia pun dominan dipengaruhi oleh perkembangan proyek pembangunan yang ada. Akibat Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir, banyak proyek terhenti. Namun di sisi lain proses renovasi dan reparasi masih terus berjalan dengan sangat kencang.

“Sehingga permintaan atas tools/perkakas tetap ada dan stabil. Penggiat D.I.Y (Do it Yourself) jumlahnyapun semakin bertambah banyak. Sehingga muncul market-market baru yang sebelumnya tidak ada,” ungkap CEO Hasston Hassan Nugroho seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa (18/1).

Itu dapat dilihat dari perkembangan  penjualan yang terjadi di Hasston, sebagai salah satu brand tools terkemuka di Indonesia, mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun yang terbilang luar biasa. Itu terjadi karena Hasston memiliki prinsip menghadirkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, sehingga dapat bersaing dengan brand-brand lain. “Dalam 2 tahun terakhir kami mencatat pertumbuhan sebesar 64 persen,” imbuh Hassan.

Merespon permintaan pasar yang terus meningkat, Hasston pun berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk. Bahkan hal itu tetap dilakukan pada saat permintaan pasar sedang tinggi atau berkurang. Hal itu dilakukan agar produk Hasston selalu tersedia di pasaran.

Lebih lanjut Hassan menjelaskan, pasar tools dapat digolongkan menjadi dua, yakni pasar bisnis atau profesional dan satu lagi pasar individu untuk keperluan sehari-hari. Dan kedua pasar tersebut, menurutnya permintaannya cukup imbang, karena besarnya populasi penduduk di Indonesia dan daya beli yang tinggi. Bahkan pasar individu tidak bisa dipandang sebelah mata, karena selain untuk mata pencaharian, ada juga beberapa individu yang memiliki hobi pertukangan.

Diakui oleh Hassan, di pasaran ada brand tools lain yang menawarkan beragam produk yang sama. Namun demikian Hasston memiliki keunggulan dari segi pengalaman selama lebih dari 50 tahun, membuat mereka dikenal luas oleh masyarakat. Dan berkat kualitas yang ditawarkan, membuat Hasston boleh dibilang menjadi market leader di bidang tools.

Tidak hanya itu, untuk dapat bersaing dengan merek lain, Hasston juga mengutamakan customer satisfaction, baik dari sisi kualitas, harga sampai dengan kelengkapan produk di pasaran. Diakui produk-produk tools memiliki harga yang cukup mahal, tapi Hasston selalu menerapkan pola pikir dimana produk-produk Hasston murah, namun bukan berarti murahan. Karena sebagai produsen, Hasston sadar akan kewajibannya menyediakan produk-produk berkualitas dan tentunya dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia. “Hasston dipastikan memiliki kualitas terbaik dengan harga yang bersaing, karena produsen dapat menekan biaya produksi sehingga harga yang di tawarkanpun adalah harga yang terbaik,” jelas Hassan.

Capaian positif Hasston sepanjang 2021 tidak hanya dapat dilihat dari penjualan yang meningkat, tapi juga mendapatkan beberapa awards. Hal itu merupakan bukti hasil kerja keras HASSTON dan merupakan apresiasi terbesar dari pengguna Hasston. “Dengan ini kami Hasston mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengguna setia Hasston dan masyarakat yang sampai hari ini masih percaya kepada kami,” ujar Hassan.

Terakhir, menghadapi tahun 2022, Hasston tentu memiliki target penjualan yang terus meningkat. Untuk mencapainya kembali, Hasston berkomitmen untuk menjadi lebih baik dengan memberikan pelayanan terbaik sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi para pengguna.

BERITA TERKAIT

Simak! 4 Tips Jitu Buat Milenial Punya Rumah Sebelum Usia 30

NERACA Jakarta - Meningkatnya golongan usia produktif dan naiknya kemapanan secara finansial mendorong minat serta keinginan masyarakat untuk semakin melengkapi…

Kenali Enam Tahap Pencarian Properti

NERACA Jakarta - Memiliki rumah merupakan dambaan bagi setiap orang. Namun tak sedikit pula yang masih bingung saat dihadapkan dengan…

Regulasi Rusun Masih Beri Peluang Multitafsir

NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Adjit Lauhatta menilai regulasi rumah susun yang…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Simak! 4 Tips Jitu Buat Milenial Punya Rumah Sebelum Usia 30

NERACA Jakarta - Meningkatnya golongan usia produktif dan naiknya kemapanan secara finansial mendorong minat serta keinginan masyarakat untuk semakin melengkapi…

Kenali Enam Tahap Pencarian Properti

NERACA Jakarta - Memiliki rumah merupakan dambaan bagi setiap orang. Namun tak sedikit pula yang masih bingung saat dihadapkan dengan…

Regulasi Rusun Masih Beri Peluang Multitafsir

NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Adjit Lauhatta menilai regulasi rumah susun yang…