Aksi Beli Investor Topang Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (13/1) sore ditutup menguat seiring aksi beli saham oleh investor asing. IHSG ditutup menguat 11,29 poin atau 0,17% ke posisi 6.658,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,66 poin atau 0,71% ke posisi 950,59.

Menurut tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, kemarin, IHSG ditutup menguat di tengah bursa regional Asia yang cenderung terpengaruh rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Desember 2021 yang secara tahunan di level 7%. Pelaku pasar memandang data tersebut akan mendukung kenaikan suku bunga The Fed yang diprediksi mulai dilakukan pada Maret 2022.

Sementara dari dalam negeri, katalis positif datang dari pemerintah yang memperpanjang waktu pemberian fasilitas insentif pajak terhadap barang yang diperlukan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) bagi tenaga kesehatan sampai dengan akhir Juni 2022. Pemerintah mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut disebabkan penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional belum berakhir sepenuhnya, sehingga perlu diatur kembali insentif pajak terhadap barang yang diperlukan untuk penanganan pandemi dan fasilitas PPh bagi tenaga kesehatan.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, masih sempat melemah namun IHSG kemudian naik dan terus berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 3,33%, diikuti sektor properti & real estat dan barang konsumen non primer masing-masing minus 0,32% dan minus 0,29%.

Sedangkan enam sektor meningkat dimana sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 1,9%, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing 1,28%dan 0,77%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" di seluruh pasar sebesar Rp587,87 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp571,62 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.371.142 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,98 miliar lembar saham senilai Rp10,37 triliun. Sebanyak 243 saham naik, 272 saham menurun, dan 168 tidak bergerak nilainya.

BERITA TERKAIT

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…