Bukalapak Sisakan Dana IPO Rp 19,61 Triliun

NERACA

Jakarta -PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masih menyimpan dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering(IPO) sebesar Rp19,61 triliun. Dana tersebut masih ditempatkan pada deposito, giro dan reksadana. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dana yang telah digunakan hingga 31 Desember 2021 baru mencapai Rp1,715 triliun atau 7,7% dari hasil IPO sebesar Rp21,19 triliun. Dana yang telah dibelanjakan itu digunakan untuk modal kerja perseroan sebesar Rp1,168 triliun atau 16,6% dari rencana sebesar Rp7,037 triliun. Kemudian setoran modal kerja PT Buka Mitra Indonesia sebesar Rp527 miliar atau 16,47% dari rencana sebesar Rp3,198 triliun dan modal kerja entitas anak, PT Buka Pengadaan Indonesia sebesar Rp20 miliar.

Sedangkan sisa dana IPO sebesar Rp19,61 triliun kini ditempatkan pada deposito diberapa bank pihak. Rincinya, Rp5 triliun dengan tingkat bunga 3,1%, Rp1 triliun dengan bunga 4,23%, Rp4 triliun dengan hunga 3%, Rp2,8 triliun dengan bunga 2,75% dan Rp2,5 triliun dengan bunga 2,9%. Selain itu juga ditempat dalam bentuk giro diberapa bank pihak ketiga. Jelasnya, Rp71,311 dengan bunga 3%, Rp3,16 triliun dengan bunga 2,65% dan Rp500,6 miliar dengan bunga 2,75%. BUKA juga menempatkan senilai Rp575 miliar pada reksadana.

Sebelumnya hasil RUPSLB juga menyetujui perubahan penggunaan dana IPO. Hal ini sejalan dengan strategi manajemen perseroan, yaitu berfokus dalam mencapai pertumbuhan perseroan dan entitas anak anak-anak usahanya, sehingga perseroan dan entitas anak dapat tumbuh lebih baik ke depannya dan dapat berkembang secara berkesinambungan. Perseroan dan entitas anak juga senantiasa mengelola biaya-biaya yang timbul secara lebih efisien.

Adapun rencana penggunaan dana hasil IPO menjadi sebagai berikut, sekitar 33% akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, sekitar 34% akan digunakan untuk modal kerja entitas anak, yaitu, pertama sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia. Kedua, sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia, ketiga sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama, ke empat sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia.

Kelima sekitar 1% dialokasikan kepada Bukalapak Pte. Ltd.; dan terakhir sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack. Kemudian sisanya akan digunakan oleh perseroan dan/atau entitas anak untuk pertumbuhan dan/atau pengembangan usaha perseroan dan entitas anak termasuk namun tidak terbatas pada pembelian saham dan/atau aset.

Selain itu,  penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan termasuk dalam rangka perjanjian patungan (joint venture), dan metode transaksi lain yang sesuai, serta pelunasan fasilitas pinjaman yang digunakan untuk keperluan pertumbuhan dan/atau pengembangan usaha baik yang sekarang ada maupun yang akan datang; dan modal kerja entitas anak (baik yang sekarang ada maupun yang akan datang).

BERITA TERKAIT

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…