Gelar Rights Issue - KAYU Akuisisi Ekspedisi Muatan Kapal Laut

NERACA

Jakarta -Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Darmi Bersaudara Tbk. (KAYU) berencana akan melakukan aksi korporasi berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Utama Darmi Bersaudara, Nanang Sumartono Hadiwidjojo, aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. "Dana HMETD direncanakan akan digunakan untuk mengambil alih sebuah usaha ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) di Surabaya,"ujarnya.

Dia menjelaskan, langkah strategis ini ditempuh perseroan sebagai solusi untuk mengatasi kelangkaan kontainer dan untuk menjaga stabilisasi harga sewa freight. Menurutnya, dua aspek ini selama masa pandemi mempengaruhi kinerja ekspor perseroan. "Perseroan berharap besar dengan melakukan rights issue tersebut, maka upaya perseroan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha dapat menemukan momentumnya," ucapnya.

Adapun pada Januari 2022, perseroan menargetkan untuk melakukan pengiriman produk perseroan sebanyak 25 kontainer, meskipun jumlah kontainer terbatas dan dengan harga freight yang masih cukup tinggi. Pada 5 Januari 2022 lalu, KAYU berhasil mengirimkan 3 kontainer sebagai awal pemenuhan dari target tersebut.

Sementara sepanjang 2021, KAYU dapat mengapalkan penjualan sebanyak 51 kontainer atau setara volume 1.030,25 meter kubik. "Optimisme perseroan pada 2022 masih tetap tinggi, sehingga manajemen kami mematok target penjualan dalam kuantitas kontainer dapat mengirimkan sebanyak 450 kontainer," katanya.

Perseroan di tahun ini mengaku optimistis kinerja akan lebih baik dibanding tahun lalu. Dimana perseroan menargetkan akan mengirimkan sebanyak 450 kontainer hingga akhir tahun. "Darmi Bersaudara telah memulainya dengan rencana kerja cukup optimistis, sekalipun dengan keterbatasan kontainer yang ada dan harga freight yang masih cukup tinggi, " kata Nanang.

Sekadar informasi, tahun lalu bukanlah momentum yang mudah bagi KAYU. Perseroan menghadapi kendala pemasaran akibat merebaknya pandemi Covid-19 di negara tujuan ekspor, yakni Asia Selatan. Kondisi ini mengakibatkan kinerja terganggu. Pasar utama ekspor KAYU menjadi tidak mudah diakses dan mengalami perlambatan kinerja. Dapat dikatakan, perusahaan kehilangan mayoritas penjualan sehingga kinerja perseroan mengalami penurunan cukup signifikan.

Kinerja yang berat itu  tercermin dalam laporan kuartal I 2021. KAYU mencetak penjualan bersih hingga Rp 2,64 miliar dan laba bersih Rp 128,81 juta. Capaian tersebut melorot dibanding periode yang sama tahun 2020 yang bisa mencetak penjualan bersih hingga Rp 24,3 miliar dan laba bersih Rp 1,09 miliar.  Adapun di kuartal I 2021, total pengapalam KAYU mencapai 28 kontainer dengan volume 566,22 meter kubik. 

 

BERITA TERKAIT

Tekanan Sentimen Global Bikin IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/6) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Catatkan Jumlah Investor 8,85 Juta - Lulusan SMA Dominasi Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir Mei 2022 jumlah investor pasar modal telah mencapai…

Bangun Karya Perkasa Bidik IPO Rp 42,25 Miliar

NERACA Jakarta – Cari pendanaan di pasar modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) berencana…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Tekanan Sentimen Global Bikin IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/6) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Catatkan Jumlah Investor 8,85 Juta - Lulusan SMA Dominasi Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir Mei 2022 jumlah investor pasar modal telah mencapai…

Bangun Karya Perkasa Bidik IPO Rp 42,25 Miliar

NERACA Jakarta – Cari pendanaan di pasar modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) berencana…