Sektor Parekraf Sumut Digarap Optimal

NERACA

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah.

Keduanya membahas berbagai potensi untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara, agar dapat membangkitkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga ingin agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Sumatera Utara (Sumut) digarap optimal supaya bisa membuka lebih banyak lapangan kerja.

Seperti diketahui, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara sangat besar. Tidak hanya terdapat Danau Toba yang menjadi destinasi pariwisata super prioritas, tapi banyak sekali destinasi wisata lainnya yang dapat dikembangkan, seperti Bukit Lawang dan Tangkahan.

Bukit Lawang ini termasuk ke dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi hewan endemik orang utan. Sehingga wisatawan yang berkunjung dapat melihat habitat orang utan yang hidup liar, selain itu wisatawan dapat melakukan trekking di pinggir hutan Taman Nasional Gunung Leuser, memancing, hingga berkemah.

Begitupun dengan Tangkahan yang sudah memiliki unique selling point lantaran terdapat gajah Sumatera yang berlalu lalang, dan diminati oleh wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin mencari pengalaman wisata yang berbeda.

Sehingga dalam hal ini Sandiaga menyatakan siap mendukung secara all out pengembangan destinasi lainnya di Sumatera Utara. Ia pun mendukung hadirnya desa wisata yang dapat dikembangkan. Sumatera Utara sendiri telah memiliki dua desa terbaik yang masuk ke dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, yakni Desa Huta Tinggi dan Desa Tipang.

“Tentunya saya sangat mendukung, mudah-mudahan ini juga menjadi kebangkitan ekonomi kita yang membangun kesejahteraan untuk masyarakat. Membangun desa wisata ini nantinya dapat dilakukan dengan travel pattern supaya community base tourism juga terbangun,” kata Sandiaga.

Selain itu, Pemerintah Sumatera Utara berniat untuk menyelenggarakan event sport tourism yaitu World Rally Championship pada tahun 2023.

Sebelumnya, Sumut sendiri pernah menjadi tuan rumah diajang tersebut pada tahun 1996-1997. Menparekraf mengatakan siap memberikan fasilitasi dan pendampingan terkait penyelenggaraan event tersebut. “Untuk Bukit Lawang dan Tangkahan akan kita bantu promosinya,” ujar Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga pernah mengungungkapkan desa wisata yang ada di Tanah Air mampu menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Desa wisata merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di tengah pandemi," kata Sandiaga.

Sandiaga pun menjelaskan sesuai RPJMN 2020 - 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Namun diharapkan bisa melebih target yang dicanangkan mengingat besarnya potensi desa wisata dimana tercatat terdapat di 74 ribu desa di Indonesia.

"Kami memetakan ada 1.200 potensi desa wisata di tanah air yang siap dikembangkan secara berkelanjutan karena memiliki nilai kearifan lokal dan budaya yang kuat. Ini menjadi target kita kedepan,” jelas Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga  menngungkapkan, secara umum desa wisata terklasifikasi dalam tiga kategori. Pertama adalah rintisan, desa wisata maju dan berkembang, serta desa wisata mandiri yakni desa wisata yang sudah mampu melakukan inovasi masyarakat dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, menyambut baik atas perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekoomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) yang bersedia memberi dukungan untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumut.

“Ini merupakan langkah yang baik untuk membangkitkan destinasi lainnya di Sumatera Utara selain Danau Toba,” terang Rajekshah.

Kemenparekraf/Baparekraf bersama sejumlah kepala daerah untuk mendengar berbagai program serta kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

BERITA TERKAIT

Selama Pandemi, Pasar Kelapa Semakin Terbuka

NERACA Nairobi, Kenya – KBRI Nairobi secara agresif mendukung penetrasi pasar produk-produk Indonesia di Kenya. Di awal tahun 2022, KBRI…

KemenKopUKM Gandeng Akademisi Cetak Entrepreneur Baru J

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggandeng akademisi, yakni dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Universitas Indonesia, Universitas…

Produk Pertanian Indonesia Diminati 19 Buyers di Afrika Barat - ITPC Lagos Gelar Business Matching

Lagos - Produk-produk  pertanian  Indonesia  diminati 19 buyers dari  4negara  di kawasan  Afrika  Barat.  Produk-produk  pertanian  tersebut  ditampilkan  pada  kegiatan …

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Selama Pandemi, Pasar Kelapa Semakin Terbuka

NERACA Nairobi, Kenya – KBRI Nairobi secara agresif mendukung penetrasi pasar produk-produk Indonesia di Kenya. Di awal tahun 2022, KBRI…

KemenKopUKM Gandeng Akademisi Cetak Entrepreneur Baru J

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggandeng akademisi, yakni dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Universitas Indonesia, Universitas…

Produk Pertanian Indonesia Diminati 19 Buyers di Afrika Barat - ITPC Lagos Gelar Business Matching

Lagos - Produk-produk  pertanian  Indonesia  diminati 19 buyers dari  4negara  di kawasan  Afrika  Barat.  Produk-produk  pertanian  tersebut  ditampilkan  pada  kegiatan …