Petrosea Cetak Pendapatan Rp 4,31 Triliun

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2021, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat kenaikan total pendapatan sebesar 20,67% menjadi US$301,59 juta setara Rp4,31 triliun. “Kenaikan pendapatan diperoleh dari peningkatan kegiatan operasional di lini bisnis kontrak pertambangan,”kata Presiden Direktur Petrosea, Hanifa Indradjaya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, perusahaan mencatatkan biaya pre-operational demi mendukung beberapa proyek baru dan kembali berhasil mencatatkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 10,38 persen menjadi US$14,35 juta setara Rp205,2 miliar. “Petrosea terus melanjutkan proses diversifikasi dengan menangkap peluang bisnis baru di proyek mineral lainnya sebagai bagian dari implementasi strategi 3D Perusahaan, yaitu Diversifikasi, Digitalisasi dan Dekarbonisasi,” ujarnya.

Pada periode ini, perusahaan memperoleh beberapa kontrak baru pada lini bisnis EPC, diantaranya adalah rehabilitation & new construction of settling ponds untuk PT Kideco Jaya Agung, serta amandemen kontrak untuk jasa konstruksi di portsite dan hauling, loading & dewatering di proyek Wanagon untuk PT Freeport Indonesia. Selain itu, melalui anak usahanya, PT Karya Bhumi Lestari, PTRO menandatangani perjanjian jasa pertambangan dengan PT Kartika Selabumi Mining & PT Palm Mas Asri untuk periode kontrak selama tujuh tahun dan nilai kontrak sebesar US$182,45 juta.

PTRO juga tandatangani kerja sama dengan PT Hardaya Mining Energy & PT Central Cipta Murdaya untuk periode kontrak selama empat tahun dan nilai kontrak sebesar US$265 juta. Perusahaan juga telah menandatangani addendum perjanjian kerjasama dengan PT Mekko Metal Mining dan PT Perkasa Investama Mineral untuk proyek bauksit yang berlokasi di Kalimantan Barat dengan peningkatan nilai kontrak menjadi US$ 100 juta untuk jangka waktu lima tahun. Petrosea memprioritaskan aspek Environmental, Social & Governance (ESG), termasuk penerapan prinsip-prinsip good corporate governance di seluruh elemen perusahaan.

Selain itu, Petrosea juga terus fokus untuk implementasi strategi keberlanjutan yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Perusahaan terus melanjutkan proses diversifikasi dengan menangkap peluang bisnis baru di proyek mineral lainnya. Hal ini merupakan bagian dari implementasi strategi 3D, yaitu diversifikasi, digitalisasi dan dekarbonisasi sebagai enabler dan pilar kunci perusahaan untuk terus mengembangkan value proposition kepada seluruh stakeholder.

Selain itu, Petrosea juga terus fokus untuk implementasi strategi keberlanjutan yang sesuai dengan sustainable development goals (SDGs). Sebagai informasi, pada masa pandemi, perusahaan fokus untuk mempercepat proses diversifikasi usahanya dengan menjalankan beberapa peluang bisnis di proyek mineral, seperti emas dan bauksit, serta memperkuat kapabilitas anak perusahaan di sektor pertambangan dan EPC.

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…