Komnas Perlindungan Anak Dukung BPOM Pelabelan Free BPA

Komnas menyatakan secara tegas, seluruh anak Indonesia baik balita maupun yang masih dalam kandungan harus  terbebas dari BPA.”Dalam rangka menegakkan hak anak atas kesehatan dan hak hidup. Bertepatan dengan Hari Hak Asasi manusia, kami mendukung BPOM selaku pemegang regulator untuk memberikan label peringatan BPA pada kemasan plastik dengan kode No.7 yang terbuat dari polycarbonat yang mengandung zat BPA yang berbahaya bagi usia rentan yaitu pada bayi, balita dan janin pada ibu hamil,”kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dalam sebuah diskusi di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Disampaikannya, untuk keberlangsungan hak hidup anak, negara tidak boleh kalah dengan industri. Justru negara wajib melindungi dan membebaskan anak apapun bentuknya, yang dapat mengancam kehidupan anak yang diakibatkan oleh zat BPA. Oleh karena itu mau tidak mau, lanjutnya, Komnas PA harus berjuang terus untuk mendapat hak hidup anak yang memadai.

Mengingat BPA dapat mengancam hak hidup anak, maka Komnas perlindungan anak mendukung Badan POM sebagai pemegang regulasi untuk melakukan Pelabelan free BPA yang jelas agar dapat diketahui masyarakat. Asal tahu saja, rancangan Perka BPOM untuk memberi label pada galon guna ulang yang terbuat dari bahan polycarbonat dan kemasan plastik lainnya dengan kode plastik No. 7 yang mengandung BPA, telah bergulir dan proses untuk pengesahan.

Kata Ara, BPOM telah sejalan dengan semangat Hak Asasi Manusia. Terutama bagi anak - anak di mana hak hidup sehat harus mendapat perhatian khusus.”Semoga pemerintah dalam hal ini BPOM, kuat dan tegas untuk berbuat yang terbaik guna melindungi hak kesehatan dan hidup bayi, balita dan janin pada ibu hamil. Kita harus bertanggung jawab pada generasi masa depan Bangsa Indonesia" tuturnya.

Sudah menjadi pengetahuan masyarakat dunia bahwa zat kimia BPA pada kemasan plastik dengan kode No.7, secara akumulatif dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti, kanker, tumor, kelahiran bayi prematur, syaraf dan autis. "Saya heran dan geram mendengar adanya penolakan atas Rancangan Perka BPOM Tentang Label Pangan Olahan ini. Telah kita ketahui bersama, bahwa dunia kesehatan beserta hasil risetnya telah menyatakan BPA berbahaya bagi usia rentan. Peringatan BPA pada label kemasan pangan di negara-negara maju telah diterapkan, bahkan ada negara yang melarang sama sekali penggunaan kemasan yang mengandung BPA di negaranya. Jadi apabila ada yang menentang Perka BPOM ini, berarti menjahati hak asasi bayi, balita dan janin pada ibu hamil untuk mendapatkan hak perlindungan kesehatan dari negara" tegas Arist Merdeka Sirait.

BERITA TERKAIT

Budaya Ngopi Kaum Urban di Kedai Kopi

  NERACA Jakarta - Komunitas pecinta kopi, Barista Indonesia menyelenggarakan acara virtual dengan tajuk Budaya Pecinta Kopi dan Gaya Hidup…

Penyebab Merasa Lelah Sepanjang Hari

Kebanyakan orang berjuang dengan kantuk di siang hari sesekali, tetapi jika masalah ini berlanjut dan mulai menghalangi kehidupan sehari-hari, maka…

Gejala Kolesterol Tinggi di Mata

Kadar kolesterol tinggi menjadi faktor pemicu sejumlah penyakit seperti jantung. Mengenali gejala kolesterol tinggi dapat membantu Anda untuk mengatasinya. Berikut…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Komnas Perlindungan Anak Dukung BPOM Pelabelan Free BPA

Komnas menyatakan secara tegas, seluruh anak Indonesia baik balita maupun yang masih dalam kandungan harus  terbebas dari BPA.”Dalam rangka menegakkan…

Budaya Ngopi Kaum Urban di Kedai Kopi

  NERACA Jakarta - Komunitas pecinta kopi, Barista Indonesia menyelenggarakan acara virtual dengan tajuk Budaya Pecinta Kopi dan Gaya Hidup…

Penyebab Merasa Lelah Sepanjang Hari

Kebanyakan orang berjuang dengan kantuk di siang hari sesekali, tetapi jika masalah ini berlanjut dan mulai menghalangi kehidupan sehari-hari, maka…