Kebebasan Finansial di Era Digital - Bank Neo Hadirkan Kelulasaan Transaksi Dengan Cara Baru

Bagi generasi milenial yang sudah jauh melek digital dan literasi keuangan, layanan  jasa keuangan yang praktis, efisien, cepat, nyaman dan tidak pake ribet menjadi pilihan. Terlebih kini segala sesuatunya sudah bisa dilakukan lewat smartphone dengan berbagai macam aplikasi dan e-walet. Menyadari karakteristik generasi muda atau milenial yang digital savy alias nyaman dengan teknologi, tentu membuat industri dalam hal ini perbankan harus ikut menyesuaikan diri supaya tidak ketinggalan dengan berlomba-lomba menghadirkan inovasi layanan digital.

Faktor lainnya, tingginya pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa atau naik 15,5% atau 27 juta jiwa dibandingkan awal Januari 2020 lalu menjadi katalis tingginya pengguna layanan transaksi digital. Dimana dari jumlah tersebut, pengguna internet Indonesia (usia 16 hingga 64 tahun) yang memiliki telepon seluler (ponsel) mencapai 98,3%.

Roni (25), salah satu karyawan di perusahaan periklanan ini mengatakan, kalau ditanya lebih pilih ketinggalan ponsel atau dompet, Dirinya lebih pilih ketinggalan dompet karena urusan keuangan masih bisa ditangani ponsel atau smartphone. “Mending ketinggalan dompet. Soalnya bisa bayar pakai smartphone sekarang," ungkapnya.

Menurutnya, fungsi smartphone saat ini bukan lagi sekedar alat komunikasi semata tetapi sudah menjadi gaya hidup dan termasuk bersosial media. Hal senada juga disampaikan Iwan (24) yang merupakan seorang pegawai swasta berkantor di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan ini mengatakan bahwa ketinggalan dompet lebih baik dibanding ketinggalan smartphone. “Gue mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone atau handphone,”tuturnya.

Diakui Iwan, saat ini segala transaksi sudah bisa menggunakan handphone dan termasuk menarik uang. Misalnya saja untuk transportasi, dari kosnya dia bisa menggunakan layanan ojek online yang bisa dibayar dengan dompet digital. Untuk keperluan makan, dia juga bisa menggunakan jasa pesan antar dari layanan ojek online tersebut.

Kalaupun dia harus membeli makanan di tokonya lansung, dia hanya perlu mencari toko yang bisa menerima pembayaran dengan layanan QR Code. Saat ini semua terasa mudah baginya.“Ya supaya simple aja, lagipula mereka penyedia e-money suka kasih cashback juga. Cari yang efisien aja, nggak ribet pakai uang kembalian apalagi dikasih permen,”ungkapnya.

Bukan hanya Iwan, Yanti (26) seorang pegawai BUMN ini uga semakin jarang menggunakan uang tunai (cashless) untuk bertransaksi. Dia mengatakan bahwa dia sudah bisa mengatur keuangan arus masuk keluar tanpa uang tunai atau kartu. Ya, banyaknya aplikasi digital payment dan kemudahan pembayaran yang praktis serta tawaran cashback yang banyak baik itu berupa saldo ataupun point membawa tren penggunaan dengan transaksi elektronik terus tumbuh.

 

Transaksi E-commerce Melonjak Dua Kali Lipat Lebih, Diperkirakan Tembus Rp  429 Triliun

 

 

Kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana mengatakan, terdapat pergeseran perilaku nasabah dari datang ke bank menjadi ingin dilayani secara digital. “Di masa pandemi orang kan tidak mau melakukan transaksi-transaksi tatap muka, atau datang ke bank hanya untuk sekedar transfer dana atau buka rekening,”ujarnya. Dengan demikian, mau tidak mau perbakan harus siap menyediakan kebutuhan nasabahnya dengan layanan digital. “Kalau bank tidak mau move on, siap-siap saja ditinggalkan para nasabah,” cetus Heru.

 

 

Bidik Generasi Milenial

 

 

Bergerak dinamisnya kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan di era digital saat ini, menuntut pelaku industri perbankan bertransformasi menjadi bank digital atau neo bank dan menginvestasi lebih besar di teknologi informasi untuk bisnis jangka panjang. Apalagi besarnya populasi generasi milenial yang produktif di Indonesia menjadi potensi pasar yang menjanjikan.

Hal ini pula yang mendasari Bank Neo Commerce untuk mengoptimalkan layanan digital dengan membidik generasi milenial. Dirut Bank Neo Commerce, Thandra Gunawan mengakui besarnya jumlah penduduk milenial Indonesia menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk menjadi bank digital. “Generasi milenial, young generation menurut catatan saya ada 65% dari total populasi penduduk Indonesia. Kami melihat ada kesempatan dan ada kebutuhan,”ujarnya.

Bank Neo Commerce sendiri merupakan nama baru dari Bank Yudha Bhakti setelah startup teknologi finansial (fintech) Akulaku menjadi pemegang saham terbesar pada pertengahan tahun lalu. Asal tahu saja, salah satu pemegang saham Akulaku adalah Alipay, yang merupakan bagian dari raksasa keuangan digital asal China, Ant Group Financial.

Salah satu upaya Bank Neo meraup ceruk pasar milenial juga menghadirkan inovasi produk dan layanan yang bisa diakses secara mudah oleh masyarakat dan bahkan membantu kebebasan finansial milenial lebih leluasa dan tanpa Batasan. Dimana perusahaan juga baru saja meluncurkan kampanye baru bertajuk 'Neoliuner, New Bank New Rules'. Salah satu produk unggulan Bank Neo Commerce adalah tabungan dan deposito dengan imbal balik tinggi, sekitar 6,5% - 8% per tahun.

Perusahaan ini juga menjanjikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak membuka rekening secara daring."Ada produk kami untuk pembukaan rekening hanya butuh waktu 2 menit, tinggal selfie dan nanti proses biometrik pengenalan wajah dan KTP. Kemudahan lainnya terkait deposito di Bank Neo bisa buka setoran hanya dengan modal Rp 200 ribu. Tenornya kami punya program mulai dari 7 hari untuk deposito. Ada juga program Neo Now yang memungkinkan nasabah mendapat bunga secara harian. Belum lagi ada fitur bebas transfer, biaya admin, game, dan fitur chat di aplikasi. Transfer sesama Bank Neo juga bisa dapat cashback,"kata Maritsen Darvita, VP - Head of Marketing, Bank Neo Commerce.

Disampaikannya, nama Neoliuner sengaja dipilih untuk kampanye terbaru karena sesuai visi dan misi perusahaan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini."Neoliuner sendiri sebagai kata mirip miliuner. Neo adalah nama kami, dan itu mengandung arti new, baru. Untuk kata miliuner, kami mau memberi aspirasi kepada setiap orang bahwa kita bisa jadi miliuner dengan memilih bank yang tidak hanya memiliki value, aman, dan nyaman, tapi juga menguntungkan. Kami ingin lebih lagi memperkenalkan diri melalui campaign neoliuner ini agar nasabah bisa lebih mengenal Bank Neo Commerce, dan juga bisa menciptakan inklusi keuangan secara menyeluruh sejalan dengan arahan OJK," ujar Maritsen.

Menurutnya, saat ini ada banyak orang yang melakukan kegiatan perbankan, tapi lupa esensi dari tindakannya tersebut. Oleh karena itu, Bank Neo menilai salah satu esensi layanan perbankan adalah menghadirkan keamanan, kemudahan, serta keuntungan bagi nasabah. Salah satunya tadi, Bank Neo menawarkan produk tabungan dan deposito dengan imbal balik tinggi dan ini menjadi salah satu senjata perseroan menarik minat generasi muda untuk menggunakan layanan dan produk perseroan. "Kesimpulannya, generasi sekarang kan anti ribet club. Ini jadi kunci penting kami sebagai digital bank agar hadir untuk memudahkan mereka. Kami ingin mensejahterakan nasabah kami, dan itu mungkin yang jadi pembeda kami dari aplikasi lain. Pendekatan kami ke nasabah juga dilakukan secara kreatif sesuai dengan generasi milenial. Kemudian produk-produk kami memudahkan, dan mungkin ini yang jadi penyebab ada 12 juta nasabah bergabung hanya dalam waktu kurang dari setahun," kata Maritsen.

Gading Marten, aktor dan juga pengusaha mengakui, fleksibilitas layanan produk perbankan sangat membantu dirinya dalam meraih kebebasan finansial dan termasuk para milienial di luar sana yang memiliki perencanaan keuangan untuk masa depannya. “Saya turut mendukung kemunculan neobank dan fitur-fitur perbankan serta investasi yang tersedia dalam satu aplikasi karena memudahkan saya dalam mengatur keuangan untuk keperluan pribadi dan bisnis. Perjalanan menjadi seorang miliuner menjadi lebih ringan karena BNC mampu menawarkan solusi praktis untuk generasi muda yang mendambakan kebebasan, keleluasaan, serta keuntungan yang maksimal dalam mencapai tujuan finansial mereka.”tandasnya.

Disampaikannya, kampanye Neoliuner yang diluncurkan Bank Neo Commerce menegaskan bahwa pentingnya fleksibilitas akses dan pengelolaan keuangan yang simpel dan praktis untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Melalui peluncuran kampanye #Neoliuner, BNC berharap dapat meredefinisi sistem perbankan lama yang terkesan kaku dan berbelit-belit. Maka melalui kampanye tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk bersemangat menyusun impian finansial mereka berdasarkan aturan-aturan yang mereka susun sendiri sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing.

Ya, komitmen BNC dalam memberikan layanan, produk dan inovasi-inovasi yang menguntungkan nasabah mendapat sambutan positif oleh masyarakat secara luas. Apalagi di kondisi pandemi saat ini, kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan untuk kondisi-kondisi darurat semakin tinggi. Terlebih lagi BNC juga menawarkan fleksibilitas dalam menyusun finansial impian tiap nasabah.

Tengok saja, saat ini jumlah nasabah Bank Neo sudah mencapai 12 juta orang. Capaian ini diraih sejak perusahaan meluncurkan aplikasi Neo Bank pada Maret 2021. Mengusung visi 'Banking, Above & Beyond', Bank Neo hendak menjadi bank digital pilihan utama masyarakat terutama generasi Z dan milenial. Ke depannya, Bank Neo menargetkan dapat menarik lebih banyak nasabah dari kedua generasi tersebut.

BERITA TERKAIT

Taspen Rombak Jajaran Direksi

  NERACA Jakarta - PT Taspen (Persero) melaksanakan pergantian direksi sesuai Keputusan Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)…

Baru Kumpulkan Rp9,82 Triliun, Kinerja Satgas BLBI Dinilai Belum Optimal

NERACA Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho menilai Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan…

Rebranding dari Asuransi Tugu Mandiri, Pertalife Targetkan Laba Tumbuh 148%

  NERACA Jakarta – PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) resmi berganti nama (rebranding) menjadi PT Pertalife Insurance. Pergantian nama…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Taspen Rombak Jajaran Direksi

  NERACA Jakarta - PT Taspen (Persero) melaksanakan pergantian direksi sesuai Keputusan Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)…

Baru Kumpulkan Rp9,82 Triliun, Kinerja Satgas BLBI Dinilai Belum Optimal

NERACA Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho menilai Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan…

Rebranding dari Asuransi Tugu Mandiri, Pertalife Targetkan Laba Tumbuh 148%

  NERACA Jakarta – PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) resmi berganti nama (rebranding) menjadi PT Pertalife Insurance. Pergantian nama…