Laba Bersih Nusa Raya Cipta Anjlok 75,38%

NERACA

Jakarta- Perolehan laba bersih PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) hingga sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp16,172 miliar atau anjlok 75,38% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp65,521 miliar. Akibatnya, laba per saham dasar sisa Rp7. Sedangkan pada akhir September 2020 terbilang Rp27. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Kondisi yang sama juga pada pendapatan yang menyusut 38,8% dan tersisa Rp1,024 triliun, yang disumbang dari jasa konstruksi sebesar Rp1,021 triliun dan hotel sebesar Rp3,018 miliar. Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan menjadi Rp909,72 miliar, tapi laba kotor anjlok 34,8% dan tersisa Rp114,89 miliar.

Sementara itu, aset perseroan menyusut 1,62% menjadi Rp2,185 triliun. Hal itu dipicu terpangkasnya saldo laba yang belum ditentukan sedalam 4,4% menjadi Rp543,38 miliar. Kemudian arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sebesar Rp80,066 miliar, atau menyusut 40,29% dibandingkan kuartal III 2020 yang mencapai Rp134,66 miliar.

Tahun ini, perseroan mematok target bisnis cukup realistis dengan menargetkan pendapatan hanya Rp 1,8 triliun, turun 13,46% dari pendapatan di 2020 yang sebesar Rp 2,08 triliun. Direktur Utama NRCA, Hadi Winarto Christanto pernah bilang, hal tersebut mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian yang belum stabil lantaran masih diliputi pandemi Covid-19.”Kami tadinya mengharapkan di 2021 ini akan naik, terutama di sektor properti yang terkait juga dengan konstruksi dan infrastruktur. Tetapi fakta yang ada setelah 3-4 bulan pertama 2021 keadaannya tidak begitu membaik," jelasnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah membuat sejumlah perusahaan dan investor regional mengerem investasinya di Indonesia, khususnya untuk pengembangan properti di wilayah Jabodetabek. Di sisi lain, proyek-proyek dari klien lokal juga belum berjalan optimal. Namun di tengah pasar yang terhimpit, kompetisi di sektor konstruksi, properti dan infrastruktur justru semakin ketat.

Oleh sebab itu, NRCA akan disiplin dalam melakukan efisiensi dan manajemen cashflow. "Beberapa proyek masih diminta slow down, karena daya beli belum pulih. Pasar sedikit, kompetisi sangat tinggi. Jadi efisiensi sangat penting. Siapa yang paling efisien, itu yang bisa survive. Lalu proyek yang sedang berjalan juga harus memperhatikan cashflow,"kata Hadi.

Meski berhasil mencatatkan kontrak baru Rp 340 miliar hingga Agusus 2021, perseroan masih optimistis bisa mencapai target kontrak baru. Karenanya, NRCA belum merevisi target dari yang telah ditetapkan sebesar Rp 2 triliun. Adapun beberapa proyek yang telah didapatkan sejak awal tahun yakni Akasa Apartement BSD Tangerang, Mayapada Chung Chung School 2 Surabaya, Parking Lot of Apartement Emerald Bintaro Tangerang, Paket 5 Theme Park Kotabaru Parahyangan Bandung, Biodegradable IKPP Serang, Pindodeli Extension, Pou Yuen Factory Cianjur, dan Subang Smartpolitan.

 

BERITA TERKAIT

BTN Siapkan Rights Issue Tahun Depan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sesuai rencana akan disiapkan untuk rights issue pada…

Tidak Bergantung Pada PMN - Sejumlah BUMN Bakal IPO dan Rights Issue di 2022

NERACA Jakarta – Belajar dari kesuksesan pelaksanaan IPO Mitratel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan…

Indocement Buyback Saham Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta – Jaga likuiditas harga saham di pasar, emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berencana melakukan pembelian…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Siapkan Rights Issue Tahun Depan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sesuai rencana akan disiapkan untuk rights issue pada…

Tidak Bergantung Pada PMN - Sejumlah BUMN Bakal IPO dan Rights Issue di 2022

NERACA Jakarta – Belajar dari kesuksesan pelaksanaan IPO Mitratel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan…

Indocement Buyback Saham Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta – Jaga likuiditas harga saham di pasar, emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berencana melakukan pembelian…