Tingkatkan Likuiditas di Pasar - Metrodata Electronics Bakal Stock Split Saham 1:5

NERACA

Jakarta – Tingkatkan likuiditas harga saham di pasar, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berniat memecah nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, jumlah saham Metrodata sebelum stock split adalah 2,45 miliar saham. Kemudian setelah stock split, jumlah saham Metrodata akan meningkat menjadi 12,27 miliar saham. Nilai nominal saham sebelum stock split juga berubah dari Rp 50 per saham menjadi Rp 10 per saham.

Perseroan menyebutkan bahwa stock split ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI. Selain itu, dengan adanya stock split, harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau bagi para investor, khususnya para investor ritel. Kemudian investor ritel ini mengalami peningkatan yang tajam selama masa pandemi di pasar modal Indonesia, sehingga dengan stock split jumlah pemegang saham perseroan meningkat.

Sesuai jadwal, perseroan akan meminta persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) terkait stock split pada 16 Desember 2021. Permohonan pencatatan saham akan dilakukan pada 28 Desember 2021. Saham dengan nominal baru akan diumumkan pada Januari 2022. Hingga kuartal III-2021, Metrodata berhasil mendongkrak laba bersih hingga 31,3% menjadi Rp 351,4 miliar. Hal ini sejalan dengan kenaikan kontribusi laba bersih pada unit bisnis distribusi juga meningkat 44,4% dan unit bisnis solusi & konsultasi meningkat 19,9%.

Sementara penjualan sebesar Rp 12,1 triliun atau meningkat 20,9% dibandingkan priode yang sama pada tahun lalu. Pencapaian ini berhasil diraih di tengah ketatnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan pemerintah dalam upaya mengurangi penyebaran Covid-19. 

Susanto Djaja selaku Presiden Direktur MTDL pernah bilang, pencapaian penjualan ini tidak terlepas dari kontribusi kedua unit bisnis MTDL, yaitu unit bisnis distribusi dan unit bisnis solusi & konsultasi. “Unit bisnis distribusi mengalami banyak permintaan akan kebutuhan produk TIK di tengah pandemi. Di sisi lain, unit bisnis solusi & konsultasi meskipun mengalami cukup banyak tantangan dalam menyelesaikan proyek kepada pelanggan karena banyaknya karyawan pelanggan yang terkena dampak pandemi, namun hal ini dapat diatasi secara bertahap,”tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, perseroan optimis dapat bertumbuh melebihi target pada tahun 2021 ini, di atas target yang sebelumnya ditetapkan pada akhir tahun 2020 sebesar 10%. Selain pencapaian penjualan yang baik, perseroan membukukan laba bersih di kuartal tiga sebesar Rp351,4 miliar atau meningkat 31,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kontribusi laba bersih pada unit bisnis distribusi juga meningkat 44,4%, dan unit bisnis solusi & konsultasi meningkat 19,9%.

Perseroan juga mengungkapkan, kontribusi pertumbuhan penjualan di unit bisnis distribusi didukung oleh diversifikasi produk terutama Chromebook dan produk gaming. Walaupun sempat terjadi kelangkaan produk TIK di kuartal III-2021, MTDL berhasil membukukan kinerja penjualan yang baik. Salah satu upayanya adalah melakukan diversifikasi produk Notebook dan PC yang ketersediaannya cukup terbatas, yaitu dengan memasarkan produk Chromebook dan menjalankan partnership bersama brand baru.  

 

 

 

BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…