Makin Gampang, Beli Reksa Dana Bisa Pakai GoPay

NERACA

Jakarta- Tawarkan kemudahan berinvestasi terus dihadirkan Gojel lewat fotur GoInvestasi. Lewat kerjasama dengan Pluang Grow, kini hanya kurang dari 5 menit dan bisa mulai investasi dari Rp 15 ribu, pengguna aplikasi Gojek sudah bisa melakukan investasi reksa dana dengan menggunakan Gopay.

Chief Marketing Officer GoPay, Fibriyani Elastria dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, saat ini masyarakat sudah makin melek keuangan dan tren investasi pun juga makin meningkat. “Melalui GoInvestasi, kami menghadirkan cara berinvestasi yang memudahkan mereka yang ingin mulai berinvestasi, serta pilihan investasi yang beragam yang sesuai dengan profil risiko konsumen,”ujarnya.

Bersama dengan Pluang Reksa Dana powered by Pluang Grow sebagai APERD yang telah berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GoInvestasi pun menghadirkan platform dan produk investasi yang kredibel dan terpercaya untuk masyarakat. Fibriyani lebih lanjut memaparkan, masyarakat memiliki fleksibilitas dalam memilih jenis investasi yang sesuai dengan keinginan. GoInvestasi memperkenalkan produk Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Sementara Claudia Kolonas, Co-Founder Pluang mengungkapkan, likuiditas, return yang kompetitif, diversifikasi produk, dan manajer investasi yang berpengalaman menjadikan reksadana pilihan investasi yang memiliki daya tarik kuat. “Pluang bersama dengan GoInvestasi menghadirkan akses yang mudah dan aman guna menjawab kebutuhan masyarakat tersebut. Kami juga berharap bahwa kemudahan ini dapat makin mendorong munculnya investor-investor baru ke depannya,”ungkapnya.

Selain membeli, investor juga dapat menjual reksa dananya lewat GoInvestasi dan dana yang ditarik akan langsung dikirim ke rekening bank yang sudah didaftarkan. Investor hanya perlu memantau pertumbuhan investasinya di GoInvestasi, dan akan menerima laporan investasi dari Manajer Investasi mengenai dana yang diinvestasikan (Fund Fact Sheet) setiap bulannya. Laporan tersebut memuat: Kinerja produk, komposisi aset, dan portofolio sekuritas.

GoInvestasi tidak hanya menyediakan produk reksa dana tetapi juga emas, sehingga para investor dapat dengan mudah mendiversifikasi investasi dan memantaunya dalam satu aplikasi. Asal tahu saja, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dipublikasikan pada Oktober 2021 menunjukkan bahwa konsumen dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan dan pemasukan secara merata menggunakan GoPay untuk investasi digital, seperti reksa dana dan emas.

Hasil riset mengemukakan bahwa 3 dari 5 konsumen yang berinvestasi digital menggunakan GoPay untuk berinvestasi.[1] Lebih lanjut, 46% dari mereka yang berinvestasi menggunakan GoPay memilih reksa dana sebagai jenis investasinya. Temuan ini sejalan dengan data internal GoPay. Pada 2020, nilai transaksi pembelian produk investasi menggunakan GoPay meningkat sampai dengan 7 kali lipat.

BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…