Diskominfo Kota Sukabumi Terima Puluhan Aduan Masyarakat - Lewat Aplikasi Super dan E-Lapor

NERACA

Sukabumi - Jumlah aduan masyarakat yang masuk ke Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Sukabumi Participated Responder (Super) dan aplikasi e-Lapor, selama bulan September 2021 mencapai 26 aduan. Dari jumlah tersebut, paling tinggi yang diadukan oleh masyarakat mengenai fasilitas umum. Yakni, Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan jalan, dan kategori penanganan bencana.

"Di bulan September kemarin, aduan yang masuk ke kita mencapai 26. Baik itu lewat Super ataupun e-Lapor," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi Yadi Mulyadi, yang didampingi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP, saat dihubungi Neraca, Senin (18/10).

Yadi mengungkapkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan bulan yang sama, tahun ini alami penurunan. Dimana di bulan September tahun 2020 aduan atau berupa masukan dan pemikiran dari masyarakat yang masuk melalui kedua aplikasi tersebut berjumlah 29 aduan."Iya, kalau dibandingkan dnegan tahun sebelumnya memang alami penurunan," terangnya.

Yadi juga mengungkapkan, selain mengelola jumlah aduan yang masuk ke Pemkot Sukabumi, pihaknya juga berupaya mengcounter berita hoak yang menyebar ke masyarakat, yang saat ini mencapai 20 berita bohong, yang bersumber dari aplikasi whatsapp, facebook, instagram, dan sejenisnya.

"Kita temukan ada 20 berita bohong. Diantaranya, akun palsu pejabat, dan mengenai bantuan sosial. Makanya, saya menyarankan agar masyarakat selalu bijak dalam menyikapi setiap kabar yang beredar yang diterima melalui berbagai platform digital. Atau bisa langusng tanyakan ke kami langsung," terang Yadi.

Lebih lanjut Yadi menjelaskan, program e-Lapor merupakan kebijakan pemerintah pusat yang terkoneksi dengan seluruh kota dan kabupaten. Sedangkan, e-Super, merupakan program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Andri S Hamami. Diskominfo sebagai admin sementara yang menindaklanjuti adalah OPD. Sehingga, setiap aduan yang masuk, kata Yadi, langsung diteruskan ke OPD yang merealisasikan aduan. Dan sejauh ini, respon dari SKPD cukup cepat. Ada yang dalam satu hari sudah direspon walaupun berdasarkan SOP maksimal 3 hari. Jika ditemukan lebih dari 3 hari, maka diaplikasi akan ada tanda merah. Ini sekaligus rapot SKPD yang lambat merespon.

"Alhamdulillah secara manajemen, e-lapor dan Super terus d kelola dengan baik, masyarakat mudah mengakses, dan OPD bisa secepatnya menindaklanjutinya. Dan kami juga menyarankan, agar masyarakat bisa mengunduh ke dua aplikasi tersebut, selain bisa meyumbang pemikiran, juga salah satu untuk mengetahui kebenaran kabar yang beredar apakah itu bohong atau tidak," pungkasnya. Arya

 

BERITA TERKAIT

JPS Minta Anies Segera Copot Kepala Dinas SDA

NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohamad Syaiful Jihad mendesak agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencopot…

Diduga Bermotif Persaingan, Pengusaha Depo Air Isi Ulang Tolak Pelabelan

  NERACA Jakarta-Desakan agar BPOM bersikap jujur dan adik dalam membuat dan menerapkan peraturan pangan kembali bergaung. Kali ini Ketua…

Amartha Tingkatkan Produktivitas Warga Pedesaan Sumsel - Salurkan 500 Lampu Solar untuk Penerangan

NERACA Palembang - PT. Amartha Mikro Fintek (Amartha), pionir fintech p2p lending di Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

JPS Minta Anies Segera Copot Kepala Dinas SDA

NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohamad Syaiful Jihad mendesak agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencopot…

Diduga Bermotif Persaingan, Pengusaha Depo Air Isi Ulang Tolak Pelabelan

  NERACA Jakarta-Desakan agar BPOM bersikap jujur dan adik dalam membuat dan menerapkan peraturan pangan kembali bergaung. Kali ini Ketua…

Amartha Tingkatkan Produktivitas Warga Pedesaan Sumsel - Salurkan 500 Lampu Solar untuk Penerangan

NERACA Palembang - PT. Amartha Mikro Fintek (Amartha), pionir fintech p2p lending di Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha…