Ketua DPD RI - Desa Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Ketua DPD RI

Desa Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa

Surabaya - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyebut pentingnya desa sebagai kekuatan ekonomi bangsa, sebab apabila desa atau daerah kuat, maka Indonesia juga kuat, serta apabila daerah makmur, maka Indonesia juga makmur.

LaNyalla saat reses di Jatim dan menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Barisan Relawan Jalan Perjuangan (BaraJP) secara virtual, Sabtu (16/10) meminta agar keberadaan relawan BaraJP di 34 provinsi memiliki komitmen untuk mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah.

Khususnya, terhadap konsepsi dan pola pembangunan yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu pembangunan Indonesia Sentris.

"Konsep itu bermakna membangun secara merata, dengan prioritas membangun daerah yang masih tertinggal. Sehingga, konsep ini diharapkan menjadi jawaban atas ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa selama ini," tutur LaNyalla.

LaNyalla menegaskan DPD RI juga mendukung konsep itu, sebab, sudah menjadi kewajiban untuk memperjuangkan kepentingan daerah dan pemegang kebijakan di daerah dalam konteks pembangunan nasional.

Menurut LaNyalla, wajah Indonesia adalah mozaik dari wajah daerah dan wajah daerah adalah mozaik dari wajah desa.

"Itulah mengapa pemerintah memberi alokasi dana desa yang besar dan terus ditingkatkan seiring waktu. Sebab, desa memang harus menjadi kekuatan ekonomi, karena hal itu akan menjadi jawaban atas bonus demografi yang akan kita hadapi, yang puncaknya terjadi di tahun 2045 mendatang," tutur LaNyalla.

Menurut LaNyalla, bonus demografi harus dihadapi dan dikelola dengan cermat dan serius. Salah satunya dengan menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi, sehingga penduduk di desa tidak lagi memilih menjadi urban di kota-kota besar.

"Sebab, bonus demografi akan menjadi bencana demografi bila jumlah usia produktif meningkat, tetapi tidak terserap oleh lapangan pekerjaan. Sementara pada saat itu, kita juga memasuki era disruptif, dengan hilangnya beberapa jenis pekerjaan yang sekarang masih ada akibat dari otomasi dan revolusi teknologi," jelasnya. Ant

 

BERITA TERKAIT

Menko Polhukam - Reformasi Birokrasi Belum Optimal

Mahfud MD Menko Polhukam Reformasi Birokrasi Belum Optimal Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud…

Ketua MA - Perlu Tambahan Hakim Tinggi Pemilah Perkara

Syarifuddin Ketua MA Perlu Tambahan Hakim Tinggi Pemilah Perkara Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin mengatakan lembaga tersebut membutuhkan penambahan…

Menkominfo - Infrastruktur Digital Percepat Pemulihan Pandemi

Johnny G.Plate Menkominfo Infrastruktur Digital Percepat Pemulihan Pandemi Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan pesatnya…

BERITA LAINNYA DI

Menko Polhukam - Reformasi Birokrasi Belum Optimal

Mahfud MD Menko Polhukam Reformasi Birokrasi Belum Optimal Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud…

Ketua MA - Perlu Tambahan Hakim Tinggi Pemilah Perkara

Syarifuddin Ketua MA Perlu Tambahan Hakim Tinggi Pemilah Perkara Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin mengatakan lembaga tersebut membutuhkan penambahan…

Menkominfo - Infrastruktur Digital Percepat Pemulihan Pandemi

Johnny G.Plate Menkominfo Infrastruktur Digital Percepat Pemulihan Pandemi Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan pesatnya…