Barantan Komit Mengawal Ekspor dan Berkreatif

NERACA

Kupang- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Barantan Kementan) untuk terus mengawal ekspor pertanian. Kerja keras jajaran Barantan sudah terlihat dengan suksesnya Merdeka Ekspor yang diselenggarakan 15 Agustus lalu.

“Selama tujuh hari, kita bisa mengekspor sebanyak Rp 7,26 Triliun. Semua ini bisa dilakukan karena kompak dan kerja keras semua jajaran Barantan,” ungkap Syahrul saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Barantan, di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Syahrul juga mengharapkan jajaran Barantan bisa terus kreatif menciptakan peluang. Apalagi Barantan memiliki peran penting dalam lalu lintas ekspor-impor Pertanian.

“Banyak yang bisa kita lakukan. Untuk menjaga pintu Negara, kita (Kementan) diwakili oleh Barantan. Tapi saya harapkan kawan-kawan tidak hanya sekedar menjaga pintu. Banyak yang bisa dilakukan sebagai sumbangsih kita untuk bangsa dan Negara,” ungkap Syahrul.

Selain mengawal ekspor Pertanian, Syahrul juga berharap bisa menjaga produk-produk impor Pertanian yang masuk ke Indonesia. Apalagi dirinya menyoroti, adanya pihak-pihak yang mendukung impor.

“Yang memikirkan impor tidak memikirkan orang lain. Dan kalian yang terdepan untuk menjaga itu,“ tegas Syahrul.

 Lebih lanjut, Syahrul meminta jajaran Barantan untuk tetap bersemangat bekerja. Namun, masih ada pihak-pihak yang menyepelekan kerja para insan Pertanian, termasuk jajaran Kementan.

“Orang kira mengurus Pertanian biasa saja. Karena orang lain berpendapat seperti itu, kita pun pada akhirnya merasa biasa. Padahal mengurus pertanian itu menjamin kebutuhan pangan 273 juta orang Indonesia,” imbuh Syahrul. 

Untuk itu, Syahrul berharap jajaran Barantan bisa terus bekerja dengan tulus dan ikhlas, serta berpegangan kepada standar operational procedure (SOP) berdasarkan tata kelola yang benar.

“Pulang dari sini, saya minta teman-teman untuk ada kemauan dan semangat yang lebih kuat lagi. Kalau kita memiliki kemauan besar, saya yakin, pertanian Indonesia bisa menembus Dunia,” jelas Syahrul.

Melihat pentingnya tugas dan fungsi Barantan Kementan, maka Kepala Barantan Kementan, Bambang mengajak semua pemangku unuk bisa besinergi dalam mewujudkan gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) tahun 2024.

"Saya kira ini kepentingan nasional, kepentingan kita semua. Apabila semua administrasi bergerak mewujudkannya, bukanlah pekerjaan yang berat  untuk kita wujudkan tiga kali lipat ekspor," kata Bambang.

Dari sisi on-farm saja, kata Bambang, target tiga kali lipat ekspor pertanian dapat dengan mudah dicapai. Belum lagi dari sisi hilir (off-farm), yang tentunya juga memberikan nilai tambah bagi petani dan lainnya.

"Target tiga kali lipat ekspor ini untuk kebaikan kita semua karena pengaruh akselerasi ekspor ini tentunya berdampak pada perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, kesejahteraan petani, sehingga wajib hukumnya semua pihak memberikan dukungan," ujar Bambang.

Menurut Bambang, berkat semangat tiga kali lipat ekspor yang terus digelorakan Kementan selama ini, kini setiap daerah sudah mulai sadar akan potensi pertaniannya masing-masing bahkan ikut bergerak menyuskeskan gerakan ekspor. Pada 2020, ekspor pertanian Indonesia telah menjangkau lebih dari 150 negara.

"Untuk mengangkat dan  mengakselerasi ekspor sangat besar terutama peluang peluang bagi pengusaha yang saat ini sudah melaksanakan aktivitas usaha agribisnisnya maupun yang baru merintis, peluang peluang itu sangat besar," ujar Bambang.

Apalagi, kata Bambang, pemerintah telah menyediakan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp 56 triliun dan tahun 2021 mencapai Rp 71 triliun.

"Kami berharap pelaku usaha berani memanfaatkan dana perbankan tersebut. Usaha pertanian kalau diseriusi akan berhasil. Resiko kegagalan yang menjadi momok sebenaranya tidak sepenuhnya benar, kalau kita serius," harap Bambang.

Ihsan Nugroho Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Barantan mengatakan, peran karantina dalam pertanian dalam peningkatan ekspor di antaranya memastikan komoditas pertanian yang diekspor sesuai dengan ketentuan Sanitary Phytosanitary (SPS) di negara tujuan.

"Kalau teman-teman kami di pelabuhan memperketat itu semata-mata untuk melindungungi sumber daya hayati kita. Kita tidak mempersulit, tetapi ketika tidak sesuai dengan ketentuan dengan kesehatan, tumbuhan dan hewan, itu tidak kita bisa main-main," ungkap Ihsan.

 

 

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Impor Post Border

NERACA Medan - Direktur  Jenderal Perlindungan  Konsumendan  Tertib  Niaga  (PKTN) Kementerian   Perdagangan   Veri   Anggrijono   mengajak para pelaku   kepentingan untuk terus…

Indonesia dan Swiss Siap Tingkatkan SDM

NERACA Jakarta - Indonesia  dan  Swiss  secara  resmi  menandatangani  the  Agreement  on the  Exchange  of  Young  Professional  (YP  Agreement)  di …

Sinergi KemenKopUKM dan Akademisi Ciptakan Enterpreneurship J

Jakarta - Dalam implementasi pelaksanaan inkubasi serta pengenalan kewirausahaan sejak dini, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), berkolaborasi dan bersinergi dengan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Impor Post Border

NERACA Medan - Direktur  Jenderal Perlindungan  Konsumendan  Tertib  Niaga  (PKTN) Kementerian   Perdagangan   Veri   Anggrijono   mengajak para pelaku   kepentingan untuk terus…

Indonesia dan Swiss Siap Tingkatkan SDM

NERACA Jakarta - Indonesia  dan  Swiss  secara  resmi  menandatangani  the  Agreement  on the  Exchange  of  Young  Professional  (YP  Agreement)  di …

Sinergi KemenKopUKM dan Akademisi Ciptakan Enterpreneurship J

Jakarta - Dalam implementasi pelaksanaan inkubasi serta pengenalan kewirausahaan sejak dini, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), berkolaborasi dan bersinergi dengan…