Diversifikasi Usaha Bisnis Tambang - IATA Ambil Alih Saham Bhakti Coal Resources

NERACA

Jakarta –Kembangkan bisnis dan diversifikasi usaha, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) akan mengambilalih perusahaan tambang batu bara dan minyak bumi milik PT MNC Energi, anak usaha PT MNC Investama Tbk (BHIT). Sehingga, IATA akan menjadi pengelola tambang batu bara dan minyak milik Grup MNC.

Investor Relations MNC Group MNC, Natassha Yunita mengungkapkan, rencana transaksi tersebut merupakan langkah strategis bagi IATA untuk memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan.”IATA meyakini, akuisisi ini tidak hanya akan mendongkrak prospek bisnis, tetapi juga secara signifikan menguatkan nilai perusahaan, karena IATA mengubah kepentingan bisnisnya dari sektor transportasi dan infrastruktur ke sektor energi,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia  beralasan, harga batu bara Newcastle melonjak hingga menyentuh angka US$ 269,5 per ton pada bulan ini, yang merupakan harga tertinggi sepanjang masa. Adapun harga saat ini berada di level US$ 245 per ton.“Harga batu bara diperkirakan akan tetap tinggi karena pasokan yang terus menyusut. Permintaan di China dan bagian lain dunia terus meningkat, bahkan akan meningkat lebih tinggi karena musim dingin yang akan datang sebentar lagi, pembukaan kembali ekonomi pasca pandemi dan banjir di provinsi Shanxi, pusat penambangan batu bara terbesar di China,” papar dia.

Dia menambahkan, IATA akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara MNC Group. Sehingga IATA akan mengambil alih: PT Bhakti Coal Resources, perusahaan ekplorasi dan produsen tambang batu bara di Sumatera Selatan yang  memiliki estimasi sumberdaya sebesar 1,75 miliar MT dan estimasi cadangan sebesar 750 juta MT.

Selain itu, IATA juga akan menjadi induk usaha PT Nuansacipta Coal Investment, perusahaan ekplorasi dan produsen tambang batu bara di Kalimantan Timur dan PT Suma Sarana, perusahaan ekplorasi minyak di wilayah Provinsi Papua.”Akuisisi ini akan terjadi setelah hasil uji tuntas dan valuasi terhadap PT MNC Energi selesai dijalankan. Dengan asumsi, semua proses due diligence berjalan lancar, IATA akan segera meminta restu OJK, dengan target penyelesaian transaksi pada akhir kuartal I 2022,” ungkap dia. 

Sebelumnya, pereroan melakukan penambahan modal selain dalam rangka Program Kepemilikan Saham sebanyak-banyaknya 718.147.026 saham seri B dengan nilai nominal Rp50 atau sebanyak-banyaknya 7,20% dari modal ditempatkan dan disetor melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan pasar modal, khususnya POJK Nomor 14/2019 dengan pelaksanaan yang tunduk pada Otoritas Jasa Keuangan.

 

BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…