Apro Financial Serap Rights Issue Bank Oke

NERACA

Jakarta – Dukung pengembangan bisnis PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), Apro Financial Co Ltd telah menyetor Rp 456,8 miliar melalui penyerapan 2.319.917.709 saham right issue DNAR. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Maka dengan suntikan modal tersebut, kini porsi kepemlikan Apro Financial bertambah menjadi 91,89% dari 90,26%. Sebelumnya, dalam prospektus right issue DNAR disebutkan Apro Financial selaku pembeli siaga berpotensi  memegang sebanyak 93,65%. Apabila semua pemegang DNAR melaksanakan right issue maka DNAR akan meraih dana sebesar Rp 499,82 milliar dari Penawaran Umum Terbatas III.

Melansir keterangan resmi emiten bank itu, dalam aksi right issue itu perseroan akan menawarkan sebanyak 2.537.197.095 lembar saham bernominal Rp100 dengan harga pelaksanaan Rp 197 per lembar saham. Nantinya, dana yang diperoleh dari hasil PUT III, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk pengembangan usaha perseroan, yaitu disalurkan dalam bentuk pemberian kredit.

Tanggal efektif right issue pada 24 September 2021. Setiap pemegang 9 DNAR akan mendapatakn 2 HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Selanjutnya, pemegang satu HMETD dapat menebus dengan satu saham perseroan dengan harga pelaksanaan mulai tanggal 8 hingga 14 Oktober 2021. Pada saat itu, HMETD itu juga dapat diperdagangkan.

Sebagai informasi, tahun ini DNAR menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 23% menjadi Rp 5,3 triliun sepanjang tahun ini, dibandingkan penyaluran kredit tahun lalu dengan pertumbuhan 31,22% menjadi Rp 4,29 triliun. Wakil Direktur Utama OK Bank, Hendra Lie pernah mengatakan, selain menargetkan pertumbuhan kredit, OK Bank berkonsentrasi pada pemulihan kualitas kredit, stabilitas kredit restruktur, dan bermasalah terdampak Covid-19, serta fokus pada pengembangan kredit ritel, dan pemanfaatan penambahan modal secara efektif dan efisien.

Perseroan menatap optimis pada tahun ini. Hal ini tercermin dari target pertumbuhan kredit sekitar 24% yoy menjadi Rp5,3 triliun. Guna mendorong kredit, Bank Oke akan melakukan ekspansi ke segmen ritel dan komersial. Apalagi permodalan bank saat ini sudah meningkat menjadi Rp2,5 triliun. "Target loan untuk tahun ini tumbuh berkisar Rp1 triliun, sekitar 24%," katanya.



BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…