Berdayakan Remaja Perempuan - AstraZeneca Bantu Kaum Muda Pegang Kendali Kesehatan

Dalam rangka memperingati hari anak perempuan internasional dan juga dukung pemberdayaan perempuan, AstraZeneca bermitra dengan Plan International mengamplifikasi inisiatif global #GirlsTakeOver di Indonesia. Dimana inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan inklusi serta membangun kesadaran masyarakat terhadap hambatan yang dihadapi oleh remaja perempuan.

Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, AstraZeneca memiliki tim yang berkinerja tinggi, inklusif, serta berasal dari beragam latar belakang untuk berkolaborasi di seluruh perusahaan. Inklusi dan keberagaman adalah sebuah budaya yang senantiasa diterapkan di AstraZeneca Indonesia, dimana kesetaraan gender memainkan peran penting. “Kami berharap keterlibatan karyawan kami dalam kampanye #GirlsTakeOver tahun ini dapat memperkaya pengalaman peserta, yang nantinya akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang akan membawa harapan bagi generasi muda di Indonesia,”ujarnya.

Sebagai Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, dirinya bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini dan berharap melalui program ini, perempuan muda Indonesia belajar lebih banyak tentang kepemimpinan, inklusivitas, dan pemberdayaan, serta dapat mencapai potensi yang dia miliki semaksimal mungkin. Asal tahu saja, partisipasi AstraZeneca dalam #GirlsTakeOver diwujudkan melalui Young Health Programme sebuah program yang bertujuan membantu kaum muda berusia 10-24 tahun untuk memegang kendali atas kesehatan mereka, terutama dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM) dalam jangka panjang.

Seiring dengan kampanye #GirlsBelongHere, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia akan memberikan kesempatan spesial kepada seorang anak perempuan untuk mengambil alih posisinya sebagai pimpinan di AstraZeneca selama satu hari. Untuk kesempatan sekali seumur hidup ini, seorang anak perempuan berusia 16 tahun dari Jakarta Utara bernama Zakiah terpilih dari ribuan pendaftar di Indonesia, dan pada 8 Oktober 2021, Zakiah telah mengambil alih peran Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama satu hari.

Zakiah menekankan pentingnya peningkatan kesadaran tentang kesetaraan gender kepada publik yang masih kerap meremehkan kepemimpinan perempuan. “Saya ingin membuktikan bahwa perempuan bisa menunjukkan kinerja yang setara dengan laki-laki tanpa dihalangi oleh batasan peran gender. Dengan menyuarakan kesetaraan gender melalui #GirlsTakeover, kita bisa membangun kepercayaan diri anak perempuan bahwa mereka mampu dan berhak mendapatkan posisi kepemimpinan dimanapun mereka akan berkarir di masa depan. Saya berharap pengalaman sangat berharga saya di #GirlsTakeOver bersama AstraZeneca Indonesia ini dapat menginspirasi remaja perempuan Indonesia dan tokoh pemimpin lainnya untuk terus memajukan potensi dan kemampuan anak perempuan untuk menjadi pemimpin masa depan,” kata Zakiah. 

Saat ini, representasi perempuan pada posisi kepemimpinan senior masih kurang. Laporan Kesenjangan Gender Forum Ekonomi Dunia Global (2020) menyatakan bahwa hanya 22,10% perusahaan yang memiliki perwakilan perempuan pada posisi manajerial di Indonesia. Laporan Voluntary National Review tentang Sustainable Development Goals (2021) menyatakan bahwa perempuan memegang 33,08% posisi manajerial di pemerintahan serta perusahaan publik dan swasta. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan laki-laki. Selain itu, Laporan Kesenjangan Gender Forum Ekonomi Dunia Global (2020) juga menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam Pelatihan Vokasi antara laki-laki (13,67%) dan perempuan (11,89%) di Indonesia.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Intenational Indonesia menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama AstraZeneca Indonesia bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi remaja perempuan untuk menyuarakan pendapat dan gagasan mereka serta mengasah kemampuan kepemimpinan.”Inisiatif #GirlsTakeOver bertujuan untuk memberikan kesempatan pada anak perempuan untuk membangun kemampuan dan kepercayaan diri mereka, sekaligus mengubah pandangan yang meragukan perempuan untuk menjadi pemimpin masa depan negara ini. Selama dua tahun berturut-turut, melalui kampanye #GirlsBelongHere, AstraZeneca Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan kepemimpinan perempuan sejak usia muda. Tahun ini, melalui pengalaman Zakiah menjadi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama sehari, kami mendorong para perempuan muda untuk mengeluarkan potensi serta ide terbaik mereka untuk mendorong peran aktif generasi muda, termasuk dalam mencegah risiko Penyakit Tidak Menular," kata Dini.

BERITA TERKAIT

Ciptakan Akes Berkarya dan Mandiri - Menghilangkan Penilaian Negatif dan Underestimate Disabilitas

Pemenuhan hak asazi manusia merupakan anugerah yang dilindungi oleh negara tanpa memandang lantar belakang, ras, suku, agama ataupun keadaan. Namun…

Membuka Akses Ekonomi Digital - Dubes Inggris Berikan Pemberdayaan Perempuan dan Disabilitas

Besarnya potensi nilai ekonomi digital di Indonesia, sejatinya harus bisa dimanfaatkan bagi masyarakat seluruh Indonesia dan tidak terkecuali bagi remaja…

Hijaukan Untuk Indonesia - AirNav Indonesia Tanam 65000 Bibit Pohon

Peduli pada kelestarian lingkungan dan juga dalam rangka hari menanam, AirNav Indonesia telah menanam sebanyak total 6,500 pohon yang di…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ciptakan Akes Berkarya dan Mandiri - Menghilangkan Penilaian Negatif dan Underestimate Disabilitas

Pemenuhan hak asazi manusia merupakan anugerah yang dilindungi oleh negara tanpa memandang lantar belakang, ras, suku, agama ataupun keadaan. Namun…

Membuka Akses Ekonomi Digital - Dubes Inggris Berikan Pemberdayaan Perempuan dan Disabilitas

Besarnya potensi nilai ekonomi digital di Indonesia, sejatinya harus bisa dimanfaatkan bagi masyarakat seluruh Indonesia dan tidak terkecuali bagi remaja…

Hijaukan Untuk Indonesia - AirNav Indonesia Tanam 65000 Bibit Pohon

Peduli pada kelestarian lingkungan dan juga dalam rangka hari menanam, AirNav Indonesia telah menanam sebanyak total 6,500 pohon yang di…