Dampak Pemulihan Ekonomi - Penggalangan Dana Marak di Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Pemulihan ekonomi menjadi momentum tepat bagi korporasi untuk menggalang pendanaan di pasar modal dengan berbagai aksi korporasi. Dimana penerbitan saham baru atau rights issue tengah menjadi tren di pasar. “Kami memandang tahun 2021 ini, pertumbuhan perusahaan dalam menggalang dana di pasar modal Indonesia mengalami tren positif. Pemulihan ekonomi nasional masih terus berlanjut di tahun ini," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, kemarin.

Beberapa indikator pasar modal antara lain jumlah perusahaan tercatat yang melakukan penggalangan dana atau fund raising di pasar modal, pertumbuhan jumlah investor, dan IHSG, mengalami perkembangan yang baik. Per 11 Oktober 2021, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI berjumlah 38 dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp32,14 triliun.

Sedangkan perusahaan yang mencatatkan obligasi maupun sukuk berjumlah 48 perusahaan dengan total emisi yang dicatatkan sebesar Rp76,08 triliun. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per September 2021 jumlah investor pasar modal sebanyak 6,43 juta investor atau meningkat 65,74 persen dibandingkan Desember 2020.

IHSG pada penutupan akhir 2020 juga masih berada pada level 5.979,073 dan mengalami perkembangan sampai dengan saat ini. Pada penutupan perdagangan saham 11 Oktober 2021 kemarin, IHSG telah menyentuh angka 6.459,697.”Adanya tren positif pada beberapa indikator pasar modal mencerminkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal dinilai relatif baik," ujar Nyoman.

Dia menambahkan, aktivitas penggalangan dana di pasar modal diharapkan terus meningkat seiring pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan pasar modal. Para pelaku pasar dan pemangku kepentingan termasuk korporasi, dapat memanfaatkan pasar modal sesuai kebutuhannya.

Sementara itu, pada 2021, penggalangan dana yang berasal dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue menunjukkan angka yang relatif tinggi. Nilai right issue terbesar dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp98,9 triliun.

Menurut Nyoman, dengan melihat indikator pasar modal yang bergerak positif pada 2021, adanya sentimen positif terkait perkembangan ekonomi global maupun domestik, serta dukungan dan komitmen dari regulator-regulator terkait, telah menimbulkan optimisme pada pasar modal Indonesia.”Kondisi tersebut menjadi penting bagi pasar untuk dapat merespon secara positif segala aktivitas penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia," kata Nyoman.

Berdasarkan catatan BEI, sampai dengan 11 Oktober 2021, sudah ada 24 perusahaan yang melakukan right issue dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp153,77 triliun. Sedangkan di dalam daftar atau pipeline right issue BEI saat ini ada 41 perusahaan dengan perkiraan dana yang direncanakan melalui right issue sebesar Rp20,91 triliun.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…