SRAJ Bidik Dana Right Issue Rp 1,62 Triliun

NERACA

Jakarta – Emiten pengelola rumah sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Dimana pada aksi korporasi tersebut, perseroan membidik dana Rp 1,62 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan akan menerbitkan 8,14 miliar saham atau setara 40,42% melalui mekanisme penawaran umum terbatas (PUT) III. Sejahteraraya mematok harga penawaran right issue Rp 200 per saham, sehingga berpotensi meraup dana Rp 1,62 triliun. “Dana dari aksi koporasi tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang dan modal kerja perseroan,” jelas manajemen Sejahteraraya.

Menurut Sejahteraraya, sekitar 93,06% atau setara Rp 1,51 triliun dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar utang kepada pemegang saham PT Surya Cipta Inti Cemerlang (SCIC) terkait fasilitas pinjaman seri A sebesar Rp 300 miliar. Kemudian pinjaman seri B Rp 400 miliar, seri C Rp 150 miliar, seri D 400 miliar, seri E Rp 125 miliar, dan seri F Rp 450 miliar.

Selanjutnya sekitar 6,94% atau setara Rp 112,87 miliar akan digunakan untuk modal kerja, namun tidak terbatas untuk pembelian peralatan kesehatan, pengembangan rumah sakit, dan lain lain,” papar manajemen. Untuk melakukan aksi korporasi ini, Sejahteraraya bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 November 2021. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Desember 2021.

SCIC, sebagai pemegang saham utama dan pengendali perseroan, telah memberikan pernyataan tidak akan melaksanakan dan akan mengalihkan seluruh HMETD yang dimilikinya kepada PT Grand Pacific Properties Limited (GPP). Sedangkan PT High Pro Investment Limited (HPIL) sebagai pemegang saham utama perseroan telah memberikan pernyataan akan melaksanakan seluruh haknya sesuai bagiannya berdasarkan PUT III.

Sejahteraraya Anugrahjaya menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini, di mana pendapatan bisa mencapai Rp 2 triliun, sedangkan laba perseroan diharapkan mencapai sedikitnya Rp 250 miliar. Direktur Sejahteraraya Anugrahjaya, Arif Mualin pernah bilang, pandemi Covid-19 tahun lalu sangat menantang, baik dari sisi jumlah pasien, yang berobat, jumlah kamar yang disediakan, maupun jumlah peralatan dan sumber daya manusia.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, kata Arif, tahun ini perseroan merencanakan pembangunan rumah sakit di Surabaya dan Bandung. Pada 15 Juli 2020, perseroan juga telah membuka secara operasional Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta. Asal tahu saja, SRAJ membukukan laba bersih Rp68,144 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2021 atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang tercatat rugi bersih Rp9,42 miliar. Sehingga laba per saham dasar terbilang Rp5,6. Sedangkan kuartal I 2020 tercatat rugi per saham dasar Rp0,79.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…